Ulama' Papua Ustadz Fadlan, Menyayangkan Sikap Pemerintah dalam menyikapi Aktivis yang dianggap makar.



Penangkapan 11 aktivis dan tokoh nasional dengan sangkaan makar terus menjadi polemik. Apalagi, belum usai polemik penangkapan Rachmawati Soekarnoputri cs, Polri kembali menangkap aktivis yang juga akademisi Hatta Taliwang.

Dikutip dari media net. Dai kondang asal Nuuwaar, Papua, Ustadz Fadlan R Garamatan, turut menyesalkan penangkapan aktivis yang dikenal kritis memberikan masukan kepada Pemerintahan Joko Widodo.

“Mengapa Presiden membuka peluang asing merongrong NKRI, sementara anak bangsa yang mengingatkan dibilang makar?” tanya Fadlan melalui akun Twitter ‏@fadlannuuwaar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hatta Taliwang dijerat pasal berlapis. Selain dijerat dengan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atas dugaan penyebaran kebencian dan permusuhan berdasarkan SARA, Direktur Institut Soekarno-Hatta itu juga dijerat dengan dugaan upaya makar.

Hatta dipersangkakan dengan Pasal 107 jo Pasal 110 KUHP atas dugaan makar dan juga Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) UU ITE.

Terkait penangkapan Hatta Taliwang, Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Akhmad Leksono, membantah, Hatta terlibat dalam upaya makar. Meski hadir dalam pertemuan di Universitas Bung Karno (UBK) pada 20 November 2016, menurut Akhmad, hal itu tidak bisa serta-merta menjadi ukuran bahwa kliennya melakukan upaya makar.

“Pak Hatta itu ikut memang, ada beberapa pertemuan yang digelar secara umum, tapi itu tidak bisa dikatakan makar. Itu kan hanya keinginan sebagai warga dan koridornya masih konstitusional,” kata Leksono seperti dikutip suara.com (12/