CONTOH MUTUAL MUTU SDM DI PERGURUAN TINGGI


KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
BAB  1     PENDAHULUAN

DAFTAR ISI



Halaman

1.1 Latar Belakang                                                                3
1.2 Tujuan                                                                             3


BAB  2     PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP
2.1 Pengertian                                                               4
2.2 Ruang Lingkup                                                                4


BAB  3     KEBIJAKAN MUTU DAN ORGANISASI PENJAMINAN MUTU
3.1 Kebijakan Mutu SDM                                                    5
3.2 Organisasi Penjaminan Mutu SDM                              5


BAB  4     STANDAR DAN MEKANISME PEMENUHAN STANDAR
4.1 Standar Perencanaan                                               6
4.2 Standar Pelaksanaan                                                6
4.3 Standar Monitoring dan Evaluasi                                 6
LAMPIRAN
1.  SOP Rekrutmen dan Seleksi
2.  SOP Formasi Pegawai
3.  SOP Perencanaan Karir
4.  SOP Pelatihan  dan Pengembangan
5.  SOP Pemrosesan angka kredit
6.  SOP Kompensasi
7.  SOP Reward & Punishment
8.  SOP Pemutusan Hubungan Kerja


DAFTAR ACUAN




BAB I PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang


Sumber   daya   manusia   merupakan  komponen  utama   untuk   menyukseskan program-program pendidikan di perguruan tinggi dalam rangka  merealisasikan visi dan misinya.  Perguruan tinggi harus  memiliki sistem  pengelolaan sumber daya manusia  yang lengkap sesuai dengan kebutuhan perencanaan dan pengembangan.
Mengingat perannya yang sentral dalam  pendidikan tinggi maka   sumber  daya
manusia  harus  dikelola  dan  selalu  ditingkatkan kualifikasinya  baik dari  aspek akademis   yang  merupakan tuntutan  profesional,  maupun dari  sisi    kualitas kepribadian  yang  sangat   dibutuhkan  dalam   pelayanan  kepada   mahasiswa sebagai pihak yang dilayani.
Visi  USD dengan   tegas   menyebutkan  “perhatian  pribadi”   (cura   personalis) sebagai  prinsip   yang  menjadi   pegangan   bagi  pribadi-pribadi  di  USD dalam menjalankan perannya sebagai pihak yang memperoleh mandat  untuk ikut serta merealisasikan visi dan misi USD


1.2  Tujuan

Manual mutu  SDM ini dibuat  agar  menjadi  pedoman bagi pengelolaan sumber daya  manusia   baik  di  tingkat   universitas,  fakultas,  maupun  program  studi dengan  menerapkan siklus  mutu  yang berupa alur  perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring-evaluasi.   Dengan demikian pemanfaatan manual mutu ini diharapkan dapat:

a)  Mendorong   pemenuhan  kebutuhan  SDM USD baik   secara   kuantitas maupun   kualitas  yang proporsional terhadap kebutuhan riil untuk menjamin kualitas pendidikan

b) Mendorong dikembangkannya kegiatan-kegiatan yang mening-katkan kualitas SDM baik secara intelektual akademis  maupun kepribadian

c)  Mempromosikan implementasi kode etik SDM sebagai  dosen  dan tenaga kependidikan




BAB II PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP


2.1   Pengertian

UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan bahwa Dosen merujuk   pada   pengertian  Pendidik   pada   jenjang   pendidikan  tinggi,  yaitu pendidik  profesional dan  ilmuwan  dengan  tugas  utama  mentransformasikan, mengembangkan,  dan   menyebarluaskan  pengetahuan,  teknologi,  dan   seni melalui  pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada  masyarakkat (pasal  1). Pada buku ini digunakan istilah Dosen sebagaimana definisi di atas dan Tenaga Kependidikan    yang mencakup laboran, pustakawan, teknisi, pegawai administrasi, sopir, hingga pekarya.   Standar  Dosen dan Tenaga Kependidikan dapat   pula  disebut   Standar   Sumber  Daya  Manusia  sebagaimana  disebutkan dalam Instrumen Akreditasi BAN-PT.

Dalam konteks  Universitas  Sanata Dharma, dosen dan tenaga kependidikan didefinisikan dan diatur  dalam Buku Peraturan tentang   Pokok-pokok Kepegawaian Yayasan Sanata Dharma.

2.2  Ketentuan-ketentuan Normatif

Hak-hak normatif Dosen  dan  Tenaga Kependidikan

Setiap  PT dalam  menetapkan standar mutu  Dosen  dan  Tenaga  Kependidikan harus  menjamin  terpenuhinya semua  hak  mereka  sebagaimana diatur  dalam pasal 40 UU Sisdiknas, yaitu:
a) Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas  dan memadai;
b) Penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;
c) Pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas;
d) Perlindungan  hukum   dalam   melaksanakan  tugas   dan  hak  atas   hasil kekayaan intelektual; dan
e) Kesempatan   untuk    menggunakan   prasarana,   sarana,   dan    fasilitas pendidikan untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.
Khuasus  Dosen,  Pasal  51  UU Guru  dan  Dosen  menambahkan bahwa  dalam
melaksanakan tugas keprofesionalan, dosen berhak:
a) memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, akses sumber belajar, informasi, sarana dan  prasarana pembelajaran, serta  penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
b) Memiliki kebebasan akademik, mimbar akademik, dan otonomi keilmuan;
c) Memiliki  kebebasan  dalam   memberikan  penilaian   dan   menentukan kelulusan  peserta didik; dan
d) Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi keilmuan.


Kewajiban normatif Dosen  dan  Tenaga Kependidikan

Menurut  Pasal  40  UU Sisdiknas  kewajiban   Dosen  dan  Tenaga  Kependidikan adalah sebagai berikut:
a) Menciptakan  suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis;
b) Mempunyai   komitmen   secara   profesional  untuk   meningkatkan  mutu pendidikan; dan
c) Memberi    teladan    dan   menjaga    nama    baik   lembaga,   profesi    dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Lebih   jauh,   UU  Guru   dan    dosen    menambahkan   bahwa    Dosen   dalam melaksanakan tugas keprofesionalan wajib untuk :
a) Melaksanakan    pendidikan,    penelitian,    dan     pengabdian    kepada masyarakat;
b) Merencanakan, melaksanakan  proses   pembelajaran, serta  menilai  dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
c) Meningkatkan    dan     mengembangkan    kualifikasi     akademik      dan kompetensi secara  berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
d) Bertindak  obyektif dan tidak diskriminatif atas dasar  pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu, atau latar belakang sosio ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
e) Menjunjung  tinggi  peraturan perundang-undangan,  hukum,  dan  kode
etik, serta nilai-nilai agama dan etika; dan
f)  Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Secara lebih khusus, dalam konteks Universitas Sanata Dharma
g)  Membantu       mahasiswa      dalam       menemukan      nilai-nilai       dan
menanamkannya lewat mata kuliah yang diampu.
h)  Mengklarifikasi  nilai-nilai  yang dapat  ditarik  atau  diabstraksi dari  mata kuliah  ybs, yang bisa  diterapkan dalam  konteks    kehidupan yang lebih luas serta  menunjukkan perilaku  yang dapat  menjadi  contoh   penerapan nilai-nilai  tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
i)   Menyadari     panggilan     sebagai    pendidik     dengan     semangat   3    C
(Competence,   Conscience,   Compassion)   yang   menunjukkan   hadirnya komitmen  bahwa menjadi guru adalah sebuah panggilan (vocation).



2.3  Ruang  Lingkup

Manual  mutu  SDM ini  dibuat  agar  menjadi  pedoman penyelenggaraan pengelolaan SDM baik  di tingkat  universitas,  fakultas,  maupun program studi dengan  menerapkan siklus   yang  berupa alur  perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring-evaluasi.       Dengan    demikian    pemanfaatan   manual    mutu    ini


diharapkan dapat  memandu pihak-pihak yang terkait  dengan  rekruitmen dan seleksi, formasi, pelatihan dan pengembangan, perencanaan karir, kompensasi, serta  pemberian penghargaan dan sanksi.  Dengan demikian  diharapkan terjadi peningkatan mutu  SDM baik  tenaga  kependidikan maupun tenaga  penunjang yang bermuara pada peningkatan mutu pendidikan Universitas Sanata Dharma.

BAB III KEBIJAKAN DAN ORGANISASI PENJAMINAN MUTU

3.1   Kebijakan Mutu SDM

1.  USD merekrut dosen  yang  memiliki  integritas, kompetensi, kualifikasi akademik        sesuai  dengan  kebutuhan kurikulum dan peraturan perundangan yang berlaku;
2.  USD merekrut,  mengelola,  dan  mengembangkan  tenaga   kependidikan yang mencakup analis, laboran, pustakawan, dan teknisi;
3. USD  memberi    kesempatan  dan   fasilitas   bagi   dosen   untuk mengembangkan   kompetensi, potensi, dan prestasi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ;
4.  USD menerapkan  sistem  penilaian   prestasi kerja  dosen,  penghargaan berdasarkan   asas  kemanfaatan, kelayakan, dan  legalitas  yang meliputi aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat;
5.   USD memberlakukan kode etik  bagi dosen  maupun tenaga kependidikan serta melengkapinya dengan sanksi bagi yang melanggarnya.

3.2 Organisasi Penjaminan Mutu




BAB IV. STANDAR DAN MEKANISME PEMENUHAN STANDAR
Sumberdaya  manusia    perguruan  tinggi   adalah   dosen,   pustakawan, laboran, teknisi, tenaga  administrasi, dan tenaga  pendukung yang bertanggung jawab atas pencapaian sasaran mutu keseluruhan program tri darma  perguruan tinggi.   USD  mengelola    dan   menempatkan   sumberdaya   manusia    sebagai komponen utama  untuk  mensukseskan program   dalam  rangka  mencapai  visi dan  misi. Oleh karena  itu  USD memerlukan sistem  pengelolaan sumberdaya manusia   yang  lengkap  sesuai  dengan  kebutuhan  perencanaan  dan pengembangan.   Sistem  pengelolaan sumberdaya manusia  tersebut mencakup subsub  sistem  perencanaan, rekrutmen dan  seleksi, orientasi dan penempatan pegawai, pengembangan karir, penghargaan dan sanksi, remunerasi, pemberhentian pegawai, yang prosedurnya transparan dan akuntabel berbasis pada meritokrasi, keadilan, dan kesejahteraan.

4.1  Standar Perencanaan

1.   USD memiliki sistem perencanaan sumberdaya manusia.
2.   USD memiliki    dosen dengan  jumlah, kualifikasi, dan jabatan akademik yang  cukup sesuai perundang-undangan yang berlaku.
3.   USD menetapkan beban tugas dosen dalam bidang Tri Dharma PT dengan komposisi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
4.   USD memiliki Kode etik dosen dan tenaga kependidikan.
5.  USD memiliki  tenaga  kependidikan yang  bersertifikat  kompetensi bagi teknisi, laboran, analis, dan pustakawan.


4.2  Standar Pelaksanaan


Dosen pada  umumnya  bekerja  di unit akademik  (prodi, jurusan, fakultas) sedangkan tenaga kependidikan ada yang bekerja di unit akademik  dan ada pula yang bekerja  di unit penunjang (biro, unit pelaksana teknis).  Keseluruhan unit tersebut, sesuai  dengan  tugas  dan  fungsinya  masing-masing di dalam  struktur organisasi USD melakukan langkah-langkah untuk  pemenuhan Standar  Dosen dan Tenaga Kependidikan, sosialisasi  substansi standar, serta  upaya pencapaian/pemenuhan standar secara konsisten.
Selanjutnya, standar sumber  daya manusia mencakup:
a.  Kecukupan kualifikasi dan jabatan akademik dosen b.  Rasio dosen tetap dan mahasiswa


c.  Dosen tetap berpendidikan minimal magister d.  Dosen tetap bergelar doktor
e.  Jumlah guru besar tetap
f. Adanya survei kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan  tenaga  pendukung terhadap sistem  pengelolaan sumberdaya manusia.
g. Adanya Kode Etik dosen dan tenaga kependidikan.
h. Tersedianya tenaga kependidikan yang bersertifikat kompetensi bagi teknisi, laboran, analis, dan pustakawan.


4.3  Standar Monitoring dan  Evaluasi

1.   USD melakukan survey  kepuasan dosen,  pustakawan,  laboran,  teknisi, tenaga  administrasi, dan tenaga  pendukung terhadap sistem pengelolaan sumberdaya manusia.
2.   USD memiliki sistem penghargaan berbasis kinerja


4.4  Mekanisme Pemenuhan Standar


Untuk memenuhi standar perencanaan maka USD:
1.  Menyediakan dokumen  tertulis tentang sistem: (1) Perencanaan SDM
(2) Rekrutmen, seleksi, dan pemberhentian pegawai
2. Menetapkan   Rasio   dosen    tetap    dan   mahasiswa   yang   memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang bermutu
3. Menetapkan kualifikasi  minimal  untuk  tenaga  kependidikan/penunjang dan mendorong serta  memfasilitasinya untuk  pengembangan karir  baik melalui studi lanjut maupun program-program pelatihan
4.  Menyediakan   buku  kode  etik  berikut   dengan  usaha  menyosialisasikannya melalui
(1)  Pertemuan khusus
(2)  Media cetak
(3)  Media elektronik yang terdokumentasi dengan baik


Standar  pelaksanaan dipenuhi   dengan  memfasilitasi  SDM dengan  berbagai bentuk pengembangan yang berpedoman pada  dokumen  tertulis tentang sistem
1.   Orientasi dan penempatan pegawai,
2.   Pendampingan dosen dan tenaga kependidikan baru
3.   Pembinaan dan pengembangan, yang meliputi
-    Studi lanjut
-    Pelatihan


-    Cuti sabatikal
-    Partisipasi dalam kegiatan ilmiah
-    Berbagai bentuk magang


Standar  monitoring  dan   evaluasi  SDM dipenuhi   dengan   adanya   evaluasi kinerja SDM secara reguler  menggunakan instrumen untuk mengukur kepuasan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung dan  hasilnya  digunakan untuk  perbaikan kinerja  yang relevan  secara berkelanjutan.  Selain itu juga dilakukan  renumerasi, penghargaan, dan  sanksi yang transparan dan akuntabel.



LAMPIRAN


1.  SOP Rekrutmen dan Seleksi Pegawai
2.  SOP Formasi Pegawai
3.  SOP Perencanaan Karir Pegawai
4.  SOP Penggajian Pegawai
5.  SOP Pelatihan  dan Pengembangan Pegawai
6.  SOP Evaluasi Kinerja Pegawai
7.  SOP Pemrosesan angka kredit
8.  SOP Penghargaan Pegawai
9.  SOP Sanksi Pegawai
10.   SOP Pemutusan Hubungan Kerja Pegawai

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==