BUKU PEDOMAN PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK PERGURUAN TINGGI


PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK  PERGURUAN TINGGI
BERBASIS TEKNOLOGI  INFORMASI  DAN KOMUNIKASI (TIK)

ABSTRAK

Efektivitas  aplikasi  TIK  dalam  proses  manajemen  kelembagaan  sering  terhambat  oleh  banyak
faktor  non  teknis   yang  tidak   dipersiapkan  lembaga.  Mulai  dari   penyiapan  orang,  budaya,
mekanisme  organisasi,  bahkan  teknis  pemeliharaannya.  Tak  selamanya  SIA  yang  berbasis  TIK
bisa   meningkatkan   kinerja   pengelolaan   administrasi   akademik,   manakala   lembaga   hanya
menganggap  bahwa  implementasi  TIK  untuk  SIA  hanya  sekedar  menyiapkan  perangkat  keras
TIK.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  meneliti  sejauhmana  sumbangan  efektivitas  manajemen  SIA
(X1),  budaya  TIK  (X2),  ketersediaan  fasilitas  TIK  (X3),  dan  kualitas  SDM  SIA  (X4)  terhadap
kinerja  perguruan  tinggi  (Y).  Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  deskriptif  analitik,
populasi  dalam  penelitian  ini  melibatkan  22  perguruan  tinggi  yang  ada    di  Kota  Bandung  yang
mengadaptasikan  TIK  dalam  sistem  administrasi  akademiknya  dan  yang  mengelola  program
strata-1 (S1). Untuk sampel kelembagaan,  dengan menggunakan Proportionate random sampling
(Sampel Acak secara Proporsional), didapat 18 perguruan tinggi yang terdiri dari 8 universitas, 3
institut,  dan  7  sekolah  tinggi.  Sampel  dosen  dan  mahasiswa  masing-masing  sebanyak  988  orang
dosen dan 1579 orang mahasiswa. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket yang telah
teruji  validitas dan reliabilitasnya. Data  yang telah  terkumpul dianalisa  dengan  analisis  deskriptif
analitik,  sedangkan  pengujian  hipotesis  menggunakan  analisis  jalur  atau
path  analysis.
Hasil
penelitian  menunjukkan  bahwa  menurut  manajemen  lembaga,  semua  variabel  secara  bersama-
sama   berpengaruh   secara   signifikan   terhadap   variabel   Y   sebesar   71,35%.   Menurut   dosen
berpengaruh  signifikan  dengan  besarnya  sumbangan  sebesar  77,5%,  dan  menurut  mahasiswa
berpengaruh signifikan sebesar 83,0%.
Kata  kunci:
  Teknologi  Informasi  dan  Komunikasi  (TIK),  Sistem  Informasi  Akademik,  Budaya
TIK, Fasilitas TIK, SDM SIA, Kinerja
PENDAHULUAN
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada bidang layanan administrasi
akademik  di  perguruan  tinggi  menjadi  suatu  kebutuhan,  bukan  hanya  sekedar  prestise  atau
lifestyle
 manajemen pendidikan tinggi  modern.  Namun  dalam  implementasi-nya, banyak  kendala
yang ditemui perguruan tinggi dalam menerapkan TIK dalam proses pengelolaan kelembagaan ini
baik faktor teknis maupun non teknis.
Penguatan  tata  kelola,  akuntabilitas  dan  citra  publik  lembaga  pendidikan  tinggi  akan
bermuara  pada  meningkatnya  kinerja  lembaga  pendidikan  tinggi  dan  kualitas  produk.  Kebijakan
ini  akan  bermakna  manakala  dikaitkan  dengan  upaya  pemenuhan  layanan  manajemen  lembaga
pendidikan  yang bermutu, program pengajaran  yang bermutu, fasilitas pendidikan  yang bermutu,
dan staf pendidikan yang bermutu pula.
Terkait dengan konteks kekinian, pemanfaatan TIK dalam pelaksanaan kebijakan penguatan
tata  kelola,  akuntabilitas,  dan  citra  publik  lembaga  pendidikan  tinggi,  implementasi  sistem
informasi dalam pelayanan manajemen pendidikan tinggi sudah tentu bisa dikatakan sangat tepat. yaitu staff, dosen, dan mahasiswa; (2)
Buta teknologi (technology illeteracies)
. Kalau jujur, masih
banyak,  staf  administrasi,  bahkan  praktisi  pendidikan  dan  mahasiswa  yang  belum  menguasai
teknologi komputer dan internet, atau yang terkait dengan ICT lainnya. Hal ini sebenarnya bukan
hanya  dikarenakan  tidak  adanya  minat  atau  kemauan  untuk  belajar,  tetapi  juga  diakibatkan  oleh
tidak  adanya  fasilitas  komputer  dan  layanan  internet  yang  memadai  atau  ketiadaan  biaya  ongkos
internet, khususnya yang kurang mampu secara finansial (
daerah pelosok
).
Permasalahan  yang  bisa  dirumuskan  dalam  penelitian  ini  adalah  seberapa  besar  pengaruh
efektivitas  manajemen  sistem  informasi  akademik,  budaya  TIK  lembaga,  ketersediaan  fasilitas,
dan kualitas SDM sistem informasi akademik terhadap kinerja perguruan tinggi se-kota Bandung.
Selanjutnya  dari  rumusan  di  atas,  untuk  kepentingan  penelitian  dijabarkanlah  rumusan
tersebut  kedalam  pertanyaan  penelitian  di  bawah  ini:  (1)  Apakah  ada  pengaruh  langsung  antara
faktor-faktor  penentu  kinerja  lembaga  yang  berasal  dari  pengelolaan  sistem  informasi  akademik
(efektivitas  manajemen  SIA,  Budaya  TIK,  Fasilitas  TIK  dan  kualitas  SDM  SIA)  secara  simultan
terhadap  kinerja  lembaga  serta  pengaruhnya  terhadap  prestasi  akademik  mahasiswa,  sementara
pengaruh  secara  parsial  meliputi:  (1)  Seberapa  besar  pengaruh  efektivitas  manajemen  Sistem
Informasi  Akademik  terhadap  kinerja  lembaga?;  (2)  Seberapa  besar  pengaruh  budaya  TIK
terhadap  kinerja  lembaga?;  (3)  Seberapa  besar  pengaruh  ketersediaan  fasilitas  TIK  terhadap
kinerja  lembaga?;  dan  (4)  Seberapa  besar  pengaruh  kualitas  SDM  Sistem  Informasi  Akademik
terhadap  kinerja  lembaga?;  dan  (2)  Apakah  ada  pengaruh  tidak  langsung  antara  efektivitas
manajemen SIA, budaya TIK,  ketersediaan fasilitas SIA dan Kualitas SDM  SIA terhadap kinerja
lembaga? Berdasarkan  uraian  permasalahan  di  atas,  maka  penelitian  yang  dilaksanakan  ini  bertujuan
untuk:
1. Menjelaskan  pengaruh  langsung  dan  tidak  langsung  antara  faktor-faktor  penentu  kinerja
lembaga  yang  berasal  dari  pengelolaan  sistem  informasi  akademik  (efektivitas  manajemen
SIA,  Budaya  TIK,  Fasilitas  TIK  dan  kualitas  SDM  SIA)  secara  simultan  terhadap  kinerja
lembaga  serta  pengaruhnya  terhadap  prestasi  akademik  mahasiswa,  sementara  pengaruh
secara  parsial  meliputi:  (1)  pengaruh  efektivitas  manajemen  Sistem  Informasi  Akademik
terhadap  kinerja  lembaga; (2)  pengaruh budaya TIK terhadap  kinerja lembaga; (3) pengaruh
ketersediaan  fasilitas  TIK  terhadap  kinerja  lembaga;  dan  (4)  pengaruh  kualitas  SDM  Sistem
Informasi Akademik  terhadap kinerja lembaga
2. Menjelaskan pengaruh tidak langsung efektivitas manajemen SIA, budaya TIK, ketersediaan
fasilitas SIA dan Kualitas SDM  SIA terhadap kinerja lembaga
Hipotesi  penelitian,  penelitian  ini  akan  menguji  beberapa  hipotesis  yang  terkait  dengan
permasalahan  yang  akan  diteliti.  Adapun  hipotesis  yang  akan  diuji  ini  yaitu:  (1)  Terdapat
pengaruh  efektivitas  manajemen  sistem  informasi  akademik,  budaya  TIK,  ketersediaan  fasilitas
Sistem  Informasi  Akademik,  dan  kualitas  SDM  sistem  informasi  akademik  secara  simultan
terhadap   kinerja  lembaga;   (2)  Terdapat   pengaruh  langsung   dan  tidak   langsung   efektivitas manajemen  sistem  informasi  akademik,  budaya  TIK,  ketersediaan  fasilitas  Sistem  Informasi
Akademik,  dan  kualitas  SDM  sistem  informasi  akademik  secara  bersama-sama  terhadap  kinerja
lembaga;  (3)  Terdapat  pengaruh  langsung  dan  tidak  langsung  efektivitas  manajemen  sistem
informasi akademik, budaya TIK, ketersediaan fasilitas Sistem Informasi Akademik, dan kualitas
SDM sistem informasi akademik secara bersama-sama terhadap prestasi akademik mahasiswa; (4) Terdapat pengaruh  efektivitas manajemen Sistem  Informasi Akademik terhadap kinerja  lembaga;
(4) Terdapat pengaruh budaya TIK terhadap kinerja lembaga; (5) Terdapat pengaruh ketersediaan
fasilitas  Sistem  Informasi  Akademik  terhadap  kinerja  lembaga;  (6)  Terdapat  pengaruh  kualitas
SDM  Sistem  Informasi  Akademik    terhadap  kinerja  lembaga;  (7)  Terdapat  pengaruh  efektivitas
manajemen Sistem  Informasi  Akademik  terhadap budaya TIK; (8) Terdapat  pengaruh  efektivitas
manajemen   Sistem   Informasi   Akademik   terhadap   ketersediaan   fasilitas   Sistem   Informasi
Akademik;  (9)  Terdapat  pengaruh  efektivitas  manajemen  Sistem  Informasi  Akademik  terhadap
kualitas   SDM   Sistem   Informasi  Akademik;   (10)   Terdapat  pengaruh  budaya  TIK  terhadap
ketersediaan  fasilitas  Sistem  Informasi  Akademik;  dan  (11)  Terdapat  pengaruh  ketersediaan
fasilitas Sistem Informasi Akademik terhadap kualitas SDM  Sistem Informasi Akademik;
Kerangka pemikiran penelitian, penelitian ini didasari oleh kerangka pikir yang menyatakan
bahwa  penyelenggaraan  dan  segala  usaha  yang  dilakukan  perguruan  tinggi  akan  berujung  atau
didedikasikan  bagi  para  klien  atau  konsumen  mereka,  terutama  yang  utama,  yaitu  mahasiswa.
Upaya manajemen, teaching and learning, riset, ataupun CSR (Community Service Resposibility)
atau  yang  lebih  dikenal  dengan  pengabdian  pada  masyarakat,  akan  berujung  pada  bagaimana
melayani para pengguna jasa utama mereka, yaitu mahasiswa. Prestasi akademik merupakan salah
satu indikator kinerja perguruan tinggi disamping pencapaian 3 misi utama perguruan tinggi, yaitu
Tri   Dharma   Pendidikan   yang   meliputi   misi   pendidikan,   penelitian,   dan   pengabdian   pada
masyarakat.  Kinerja perguruan tinggi inilah  yang  menjadi acuan  utama  dalam proses  manajemen
kelembagaan.  Manajemen  kelembagaan  seperti  yang  umumnya  dilakukan  di  perguruan-perguruan  tinggi meliputi ranah akademik, fasilitas, keuangan, dan kemahasiswaan. Upaya manajemen atas ranah-
ranah  itu  dilakukan  dengan  mentransformasi  segala  sumber  daya  yang  dimiliki  (man,  materials, machine, methode) untuk menyelenggarakan bidang-bidang  tersebut.
Keterlibatan  ICT  atau  diterjemahkan  menjadi  TIK  (Teknologi  Informasi  dan  Komunikasi)
dalam  upaya  manajemen  kelembagaan  ini  adalah  dalam  rangka  efektivitas  dan  efisiensi.  Seperti
diketahui  secara  umum,  kehadiran  TIK  dalam  proses  manajemen  kelembagaan,  lembaga  apapun
bentuknya,  termasuk  lembaga  non  profit  seperti  perguruan  tinggi,  sangat  membantu  efektivitas
dan  efisiensi  upaya  pencapaian  yang dilakukann  karena fungsinya sebagai tools enable Karena kehandalannya, endurance,  dan  kemampuan  mengingat  yang  tidak  terbatas,  kecepatannya,  serta
ekonomis,  TIK  menjadi  salah  satu  pilihan  lembaga  saat  ini  dalam  membantu  penyediaan  dan
manajemen,  ataupun  pertukaran  data  yang  akan  sangat  bermanfaat  dalam  pembuatan  keputusan.
Bagaimanapun,   setiap   aktivitas   manajemen   kelembagaan   ini   akan   terkait   dengan   proses sumbangan  yang  besar  terhadap  kinerja  jika  keempatnya  hadir  bersama-sama.  Artinya,  jika
hanya ada salah satu, atau beberapa saja, sedikit sumbangannya terhadap kinerja lembaga.

Rekomendasi
1.Rencana   strategis   TIK   lembaga   harus   merupakan   bagian   integral   dari   rencana   induk
kelembagaan  secara  umum.  Keterkaitannya  dengan  setiap  bidang/unit  yang  ada  di  lembaga
harus  dengan  jelas  dideskripsikan.  Hal  ini  akan  berdampak  pada  efektivitas  rensta  TIK  nya
itu  sendiri  dan  lembaga  atau  unit  yang  terkait  dalam  menjalankan  tugas  dan  fungsinya
masing-masing. Renstra TIK  yang dikembangkan harus mampu menjamin proses knowledge
management  berjalan   dengan   efektif   di   lembaga.   Menjadikan   lembaga   menjadi   pusat
penciptaan dan penyimpanan pengetahuan dan proses transfer of knowledge diantara individu
dalam lembaga.
2.Bagi  penelitian  selanjutnya,  direkomendasikan  untuk  meneliti  tentang  kematangan  TIK
perguruan  tinggi.  Diharapkan  hasil  penelitian  ini  akan  mampu  menjawab  atau  menjelaskan
sejauhmana  sistem  informasi  yang  dijalankan  mampu  mendukung  visi  dan  misi  lembaga.
Selain    itu,    sejauhmana    sistem    yang    dikembangkan    bisa    mendukung    kinerja    dan
meningkatkan kualitas lembaga.
3.Revitalisasi  sumber  daya  yang  dimiliki,  peningkatan  kualitas  sumber  daya  manusia,  dan
reposisi  visi  dan  misi  perguruan  tinggi  serta  sejauhmana  rencana  strategis  itu  dikawal  dan
mencapai  target  yang  telah  ditentukan  merupakan  salah  satu  upaya  yang  direkomendasikan
dalam meningkatkan kinerja perguruan tinggi.
4.Penyiapan kebijakan terkait dengan implementasi TIK dalam sistem informasi sangat penting
mengingat  perannya  sebagai  pedoman  dan  juga  penguat  atas  proses  dan  produk  yang
dihasilkan sistem informasi akademik, termasuk kemampuannya memaksakan kebiasaan atau
pola  baru  kepada  individu  di  lembaga  yang  terkait  dengan  sistem  informasi  akademik
berbasis  TIK.  Perubahan  mekanisme  administrasi  akademik  akan  lebih  masuk  kedalam  jiwa
setiap individu jika diberi penguatan dengan kebijakan yang mengikat.
5.Penyiapan  budaya  Sistem  Informasi  Akademik  berbasis  TIK  juga  perlu  ditanamkan  pada
setiap  individu  yang  ada  dilembaga.  Bagi  para  pembuat  kebijakan/keputusan,  termasuk  para
dosen,  produk  sistem  informasi  akademik  harus  benar-benar  dijadikan  bahan  atau  sandaran
dalam  memecahkan  permasalahan  atau  membuat  kebijakan  terkait  dengan  peningkatan
kinerja  lembaga.  Mereka  diharapkan  memiliki  pemahaman  yang  memadai  akan  filosofi
diterapkannya sistem  informasi akademik berbasis TIK,  memahami  mekanisme  dan  manfaat
serta tahu bagaimana melakukannya.
6.Direkomendasikan,   lembaga   secara   berkala   dan   terencana   dengan   baik   untuk   terus
meningkatkan    dan  menjaga  profesionalisme  para  pengelola  sistem  informasi  akademik
melalui   pendidikan   dan   pelatihan   yang   terkait   dengan   bidang   tugasnya.   Selain   itu,
pengelolaan  SDM  sistem  informasi  akademik  juga  harus  lebih  baik  lagi.  Mulai  dari
man power  planning, diklat,  sampai  dengan  sistem  reward  harus  dijalankan  dan  didesain  agar
sesuai dan mendukung efektivitas sistem informasi akademik.


DAFTAR PUSTAKA
- Al  Rasyid,Harun,  (Penyunting:  Teguh  Kismantoroadji,  dkk). 1994.  Dasar-Dasar.  Statistika
Terapan, Program Pascasarjana, Unpad : Bandung.
- Daft,   R.L.,   Sormunen,   J.   and   Parks,   D.   1988,   "Chief   executive   scanning,   environmental
characteristics,  and  company  performance:  an  empirical  study",  Strategic  Management Journal, Vol. 9 No. 2, pp. 123-39.
- Jasperson,  J.  Carter,  P.E.  Zmud,  R.W.  2005.  A  Comprehensive  Conceptualization  of  Post-Adoptive  Behaviors  Associated  with  Information  Technology  Enabled  Work  Systems.
MIS Quarterly, Sept. 2005; 29,3. ABI/INFORM Global pg. 525.
-Kuratko, D., Goodale, J. and Hornsby, J. 2001. "Quality practices  for a  competitive advantage in
smaller firms", Journal of Small Business Management, Vol. 39 No. 4, pp. 293-311.
-Levin,  H.M.  dan  Schütze,  1983.  H.G. (Ed.)  Financing  Recurrent  Education,  Strategies  for
Increasing   Employement,  Job   Opportunities,   and   Productivity Beverly   Hills:   Sage Publication.
- Levin,H.M. 1983 Individual  Entitlements Dalam Financing  Recurrent Education, Strategies for Increasing  Employement,  Job  Opportunities,  and  Productivity.  Halaman  39  -  66.  Levin, H.M. dan Schütze (ed.),
H.G Beverly Hills: Sage Publication.
- Liao, J., Welsch, H. and Stoica, M. 2003, "Organizational absorptive capacity and responsiveness: an   empirical  investigation  of  growth-oriented  SMEs",  Entrepreneurship  Theory   & Practice, Vol. 28, pp. 63-85.
-Murdich,  R.G.,  and  Joel,  R.    1982.   Information  System  for  Modern  Management 2nd Edition, Prentice Hall of India New Delhi.
-Murdick,  R.G.,  Ross,  J.E.,  Claggett,  J.R.  1996.    Sistem  Informasi  untuk  Manajemen  Modern. Edisi Ketiga. Diterjemahkan oleh: Djamil. Jakarta: Penerbi Erlangga.
-Slamet, Razak Abdul, Deraman A. 2008. Mengeliminasi Resistensi Masa menuju Berbudaya ICT
pada   Organisasi   Publik   Pendekatan   Kurt   Lewin.   Dalam Makalah-makalah   Sistem Informasi Bandung: Penerbit Informatika.
-Sutermeister,  Robert  A.  (1976).  People  and  Productivity.  New  York  :  Mc  Graw  Hill.  Book Company
- UNESCO.  2002. Information  And  Communication  Technology  In  Education,  A  Curriculum  For Schools And Programme Of Teacher Development France: UNESCO
-Ward, J.P. Taylor and P. Bond. 2006. Evaluation and Realisation of IS/IT Benefits: an Empirical
Study of Current Practice European Journal Information System. 4. Pages 214-225.
-Yamane, T. 1967. Statistics, an Introductory Analysis.  2 nd Ed.  New York : Harper and Row
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==