Komnas HAM Singgung Nobel SUU KYI dan Minta RI Selamatkan Warga Rohingya

Jakarta - Komnas HAM sangat berharap pemerintah Indonesia agar mendesak Myanmar agar memastikan keselamatan warga muslim Rohingya. Kekerasan terhadap warga Rohingya harus dihentikan karena ini sangat tidak manusiawi dan menodai nobel perdaimaian yang yang disandanng Suu Kyi
.

"Mendesak pemerintah Indonesia untuk menekan pemerintah Myanmar agar menghentikan kekerasan militer atas warga etnis Rohingya di Provinsi Rakhine," ujar Wakil Ketua Internal Komnas HAM Ansori Sinungan dalam jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jl. Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2016).

Komnas HAM mengecam aksi militer yang dilakukan pemerintah Myanmar yang mengakibatkan korban jiwa. Bukan cuma itu, ribuan etnis Rohingya juga terusir dari negaranya.

"Apabila Pemerintah Myanmar tidak memperhatikan seruan untuk menghentikan aksi pelanggaran HAM ini, Komnas HAM akan meminta Komite Nobel Perdamaian untuk mencabut nobel yang pernah diterima Aung San Suu Kyi pada 1991 karena tidak melakukan upaya optimal dalam mendukung terciptanya perdamaian dan persaudaraan antar sesama," papar Ansori.

Selain itu, Komnas HAM juga memantau pengungsi Rohingya di Aceh dan Sumatera Utara. Jumlah pengungsi saat ini mencapai 1.448 jiwa yang terdiri dari warga Bangladesh dan Myanmar.

"Mereka menyebar di sejumlah kawasan yaitu di Kota Langsa, Kab. Aceh Tamiang, Kab. Aceh Timur, dan Kab. Aceh Utara," sambungnya.

Menurut Ansori, Indonesia menjadi wilayah yang sering dilewati para pencari suaka. Namun hingga saat ini Indonesia belum meratifikasi Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi dan Protokol 1967.

Akibatnya tidak ada hukum nasional khusus yang mengatur tentang status dan keberadaan para pencari suaka di Indonesia. Karena itu penanganan atas pencari suaka dan pengungsi di Indonesia dilakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi.

"Komnas HAM juga telah mendorong Pemerintah Indonesia untuk melakukan sejumlah urgent action demi melindungi hak asasi para pengungsi, antara lain yaitu memberikan izin kepada para pengungsi untuk memasuki daratan dan memberikan pertolongan sesegera mungkin," imbuh Ansori.

Source: https://news.detik.com/berita