Cara Menyiapkan data dan dokumen Akreditasi Perguruan Tinggi



Proses akreditasi program studi yang diterapkan oleh BAN-PT, dan juga pada proses akreditasi pada umumnya, meliputi pengisian data dan informasi pada format isian yang telah ditentukan. Dalam istilah BAN-PT format itu disebut borang. Borang akreditasi pada sistem evaluasi sebenarnya adalah instrumen untuk mengumpulkan data dan informasi tentang program studi yang diajukan program studinya. Sesuai dengan kaidah evaluasi, butir-butir yang tercantum dalam borang pada hakilkatnya adalah indikator utama tentang kinerja program studi yang kadar kualitasnya akan dinilai.
Data dan informasi pada borang, selanjutnya, dinilai oleh asesor dalam sebuah forum yang disebut dengan ‘Desk Evaluation’ atau evaluasi kecukupan. Berdasarkan paparan data dan informasi pada dokumen, asesor memberikan nilai kualitas menggunakan standar mutu yang telah ditetapkan oleh BAN-PT. Seorang asesor seharusnya bersikap netral terhadap paparan data yang ada, tetapi masih ada asesor yang bertindak ‘predisposition’ tidak percaya pada data khususnya bila paparan data terlalu bagus. Karena ada proses visitasi, mereka berfikir akan perbaiki nilainya pada saat visitasi. Celakanya pada saat visitasi waktu yang mereka gunakan tidak terlalu banyak, aspek yang hendak ia koreksi menjadi terlupakan, sehingga nilainya tidak berubah dan masih yang rendah tersebut. Dalam peristiwa tersebut, perguruan tinggi jelas dirugikan.
Untuk itu, sajian data dan informasi pada borang sangat menentukan terhadap pemberian nilai akreditasi oleh asesor. Apalagi terdapat aturan yang tidak tertulis bahwa seorang asesor tidak boleh menaikkan nilai pada satu butir lebih besar dari 2. Satu butir pada borang yang diisi secara keliru oleh program studi sehingga tidak bisa dinilai dan biasanya diberikan nilai 0. Pada saat visitasi datanya disajikan kembali dengan benar dan berkualitas baik; namun, nilai maksimal yang diberikan oleh asesor hanya 2,00. Tetapi asesor yang bijak, biasanya memberikan nilai 1,00 untuk butir yang diisi keliru, sehingga pada saat visitasi sekurang-kurangnya nilainya dapat ditingkatkan menjadi 3,00.
Untuk menjamin tidak terjadinya kesalahan atau kekeliruan isi, perguruan tinggi memerlukan tim kerja penyusun borang dengan anggota yang berkompetensi tinggi. Harus dipastikan bahwa tidak ada nomor dalam borang yang tidak diisi, tidak ada pengisian data yang keliru atau salah, dan tidak ada data atau informasi lain kecuali yang dimintakan dalam borang. Dengan kata lain, perguruan tinggi tidak bisa mengangkat sembarang orang untuk tim kerja dalam rangka menyiapkan borang dan dokumen penunjang lainnya. Hanya mereka yang mempunyai kompetensi dalam bidang akreditasi yang pantas untuk diberi tugas menyiapkan dokumen akreditasi.
Kompetensi apa saja yang harus dimiliki oleh anggota tim kerja akreditasi? Rujukannya dikembalikan pada konstruk dasar dari kompetensi itu sendiri yang biasanya mempunyai sekurang-kurangnya tiga aspek; yaitu, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan. Setiap anggota tim kerja harus mempunyai pengetahuan tentang konsep penjaminan mutu, prinsip akreditasi, program studi, peraturan pemerintah, peraturan perguruan tinggi, manajemen pendidikan, kurikulum, tata cara pengisian borang, dan pengetahuan teknis lainnya. Begitu pula, setiap anggota tim kerja juga harus mempunyai keterampilan tentang menulis, mengetik, mengolah data, membaca tampilan statistik, dan keterampilan individu lainnya. Yang terakhir, setiap anggota tim akreditasi harus mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja sama, bekerja mandiri, menyisihkan waktunya secara khusus, atau tidak sedang sakit, berhalangan, atau sedang menjalankan tugas kerja yang sudah overload. Bila ketiga aspek kompetensi tersebut dimiliki oleh setiap anggota tim kerja dan SPMI sudah berjalan, maka dokumen yang diserahkan ke BAN-PT pasti akan berkualitas prima dapat dinilai oleh asesor dengan nilai yang diharapkan.
Dimensi lain yang perlu difikirkan dalam pembentukan tim kerja adalah distribusi kerja untuk penyiapan dokumen. Bila kompetensi setiap anggota tim kerja relatif homogen, maka distribusi kerja anggota tim dapat dialokasikan berdasarkan standar yang digunakan oleh BAN-PT. Misalnya, untuk menyusun dokumen evaluasi diri, borang program studi, dan borang fakultas pada standar 1-2 diserahkan pada satu anggota tim, anggota tim lain menyusun standar 3, standar 4, standar 5, dan standar 6-7. Dengan demikian, sekurang-kurangnya terdapat 5 orang anggota tim kerja untuk menyelesaikan dokumen akreditasi yang diperlukan. Pembagian per standar ini relatif lebih efisien dibandingkan dengan pembagian tim kerja berdasarkan bentuk dokumen yang perlu ditulis; yakni, evaluasi diri, borang program studi dan borang fakultas.
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==