MAKALAH MEDIA SEBAGAI ALAT MOTIVASI BELAJAR

KATA PENGATAR

       Puji syukur kepada Allah yang tak hentinya mengaruniakan nikmat kepada hamba-Nya serta senantiasa mengangkat manusia pada derajat yang tinggi melebihi makhluk –makhluk-Nya yang lalin dengan akal sehat yang selalu meningkat serta dapat menerima pendidikan yang baik, sehingga dengan akal itu manusia dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk serta dapat menciptakan lapangan kerja yang baik dan evesien terbukti dengan semakin munculnya kreativitas-kreativitas dan bermunculnnya tehnologi modern. Shalawat dan salam semoga dapat tercurah limpahkan kepada junjungan nabi besar mohammad Saw.

       Pendidikan sangat penting sekali dalam kehidupan utamanya dalam penggalian SDM manusia, metodologi dan kreativitas perlu untuk ditingkatkan guna mengevektifkan proses KBM yang berlangsung. Kemampuan siswa yang berbeda-beda perlu diatasi dengan serius untuk dapat menerima pelajaran secara merata, dan motivasi siswa dalam mencapai prestasi serta meningkatkan rangsanganbelajar sangat orgen sekali untuk dikali lebih dalam lagi. Dalam hal ini tentunya sangat membutuhkan media pempelajaran untuk lebih mencipakan keefektivan  belajar-mengajar.

       Media dan metode mengajar sangat tajam sekali kaitannya, dan keduanya sangat berpotensi sekali apabila di imbangi dalam perjalanan proses KBM. Lingkungan belajar dan metodologi pempelajaran sangat berpotensi mempengaruhi Motivasi dan rangsangan belajar siswa untuk selalu ingin tahu, metode yang baik dengan disertai media yang tak kalah baiknya akan sangat mempermudah siswa untuk lekas memahami pelajaran yang disajikan oleh guru.

       Media dan metode pempelajaran sangat menentukan terhadap keefektivan  proses belajar- mengajar meski ada hal lain yang perlu diperhatikan, seperti tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa setelah pempelajaran berlangsung. Oleh karena itu, penulis sengaja mengangkat judul ini guna para pelajar dapat meningkatkan efektivitas proses belajar mengjar.

BAB I

PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG

Dalam pempelajaran sangat diperlukan keevektivan KBM guna lebih mempercepat daya serap peserta didik untuk menguasai mata pelajaran yang telah ditentukan oleh pendidik, dalam hal ini, metode mengajar dan media pempelajaran, kedua materi ini sangat berkaikan, suatu teori pempelajaran akan sangat mempengaruhi terhadap daya serap dan penafsiran siswa yang hal tersebut jugak berkaitan erat terhadap system media pempelajaran.

Metode mengajar dan media pempelajaran sangat mempengaruhi terhadap psikologi, motivasi dan rangsangan belajar sisa. Media inilah yang dapat memancing siswa untuk lebih aktiv meningkatkan belajar siswa didalam kelas maupun diluar kelas, karena media itu dapat membangkitkan semagat siswa untuk selalu ingin tahu tanpa mengenal rasa jenuh.

B.  RUANG LINGKUP

1.      Media pengajaran

2.      Tujuan media

3.      Jenis-jenis media

C.  TUJUAN PENULISAN

1.      Untuk memenuhi tugas dari bapak pembimbing Diklat Karya Tulis Ilmiyah (Mohammad Darwis, Mpd.I)

2.      Untuk meningkatkan kretivitas menulis

3.      Untuk menigkatkan pengetauan ilmu pendidikan

4.      Untuk dapat tampil berperan dalam perkembangan media khususnya media pempelajaran

BAB II

PEMBAHASAN

A.     PENGERTIAN MEDIA

Kata media berasal dari bahasa latin Medius  yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Apa bila dipahami secara garis besar maka media adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu meperoleh pengetahuan, keterangan, atau sikap. Dalam pengertia ini, guru, buku. Teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis,photografis, atau elektreonis untuk menangkap, memperses, dan menyusun kembali informasi visuai atau verbal. 

Sedang pegnertian lain dari media adalah : segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Disamping sebagai system pemyampain atau pengantar . media yang sering diganti kata mediator menurut Fleming (1987:234) adalah penyebab atau alat yang turut campur tangan dalam dua pihak dan mendamaikannya. Dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektiv antara dua pihak utama dalam proses belajar – siswa dan isi pelajaran. Disamping itu. Mediator dapat pula mencerminka pengertian bahwa setiap system dapat pula mencerminkan pengertian bahwa setiap system peganran yang melakukan peran mediasi, Melai dari guru sampai peralatan peling canggih, dapat disebut media. Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan – pesan pengajaran.

Media pendidikan sering juga disebut dengan alat bantu atau media komunikasi (Haikal;1986) 

Melalui pengertian media maka dapat dilihat cirri-ciri umum yang terkandung pada media :

1.        Media pendidikan memiliki pengertian fisik yang dewasa ini dikenal sebagai hadwere (Perangkat keras), yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar, atau diraba dengan pencaindra.

2.        Media pendidikan memiliki pengertian non-fisik yang dikenal sebagai sofwere (perangkat lunak), yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.

3.        Penekanan media pendidikan terdapat pada Visual dan audio

4.        Media pendidikan memiliki pengertian alat bentu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.

5.        Media pendidikan digunakan dalam rangka komunikasi dan interaksi guru dan siswa dalam proses pempelajaran.

6.        Media pendidikan dapat digunakan secara massa (misalnya : radio, televise), kelompok besar dan kelompok kecil( misalnya film, slide, video, OHP), atau perorangan (misalnya : modul, computer, radio tepe/kaset, video recorder).

7.        Sikap, perbuatan, organisasi, strategi, dan manajemen yang berhubungan dengan penerapan suatu ilmu. 

B.     FUNGSI DAN MANFAAT MEDIA PENDIDIKAN

Ada dua hal yang sangat orgen dalam proses belajar-mengajar :pertama adalah metode mengajar dan kedua adalah media pengajaran, kedua aspek ini saling berkaitan, pilihan metode mengajar akan mempengaruhi terhadap media pengajaran yang harus dipilih meski masih ada hal lain yang jugak harus diperhatikan, seperti tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa setelah pempelajaran berlangsung. Dan konteks pempelajaran termasuk karakteristik siswa, meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama dalam media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang dutata dan diciptakan oleh guru.

Hemlim mengemukakan (1986) mengatakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar dapat membangkitkan kegiatan dan minat yang baru, mengbangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa. Penggunaan media pengajaran pada tahap orientasi pengajaran akan sangat membantu keefaktifan proses pempelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Diamping membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pengajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terercayanya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Sejalan dengan uraian ini, yunus (1942:78) dalam bukunya Attarbiyah watta’lim mengatakan sebagai berikut :

انها اعظم تأثيرا فى الحواس واضمن الفهم فما رءى كمن سمع

Bahwasannya media pengajaran paling besar pengaruhnya bagi indra dan lebih dapat menjamin pemahaman.. Orang yang mendengarkan saja tidaklah sama tingkat pemahamannya dan lamaya bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan dengan mereka yang melihat, atau melihat dan mendengarkan, Ibrahim (196 :432) menjelaskan betapa pentingnya media pemngajaran :

تجلب السرور للتلاميذ وتجدد نشاطهم انها تساعد لى تثبيت الحقائق فى اذنهم ... انها تحيي الدرس

Media pengajaran membawa dan membangkitkan rasa senag dan gembira bagi murid –murid dan memperbarui semangat mereka… membantu memantapkan pengetahuan pada benak para siswa menghidupkan pelajaran.

Livie & Lentz (1982) mengemukakan empat fungsi midia pengajaran khususnya media visual :

1.        Fungsi etensi : Menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berknsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan, lebih-lebih menyertakan teks materi pelajaran 

2.        Fungsi afaktif :  keefektivan siswa dengan media pengajaran berupa visual atau teks yang bergambar yang dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut masalah social atau ras.

3.                                                                  Fungsi kognitif : media visual terlihat dari temuan para ilmuan yang dapat dicerna dengan mudah serta mudah diingat  oleh siswa

4.          Fungsi konpensatoris  : media ini dapat membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengigatnya kembali.

C.     BEBERAPA JENIS MEDIA

Media selalu berkembang mengikutis arus perkembangan globalisasi yang semakin meningkat dimana dalam setiap kegiatan terkait dengan proses belajar mengajar selalu menuntut  untuk lebih mengevektifkan KBM. Serta dituntutnya motodologi praktis untuk dapat menghimpun intruksional yang meliput pesan, orang, peralatan. Maka media dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok :

1. Media tradisional :

a.      Visual diam yang diproyeksikan

-          Proyeksi opaque (tak tembus pandang)

-          Proyeksi overhead

-          Slides

-          filmstrips

b.      Visual yang tak diproseksikan

-          Gambar, poster

-          Foto

-          Charts, grafik,diagram

c.      Audia

-          Rekaman piringan

-          Peta-kaset, reel, cartridge

d.      Penyajian plus suara (tape)

-          Slide plus suara (tepe)

-          Multi-image

e.      Visual dinamis yang diproyeksikan

-          Film

-          Televise

-          vidio

f.        Cetak

-          Buku teks

-          Modul, teks terprogram

-          Workbook

-          Majalah ilmiah, berkala

-          Lembaran ilmiah, berkala

-          Lembaran lepas (hand-out)

g.      Permainan

-          Teka-teki

-          Simulasi

-          Permainan papan

h.      Realia

-          Model

-          Specimen (contoh)

-          Manipulative (peta, boneka)

2. Media teknologi mutakhir

a.      Teleconference

-          teleconference

-          Kuliah jarak jauh

b.      Mikroprosesor

-          Computer-assisted instruction

-          Permaian computer

-          System tutor intelejen

-          Intreraktif

-          Hypermadia

-          Compact (video) dosc

BAB II I

PENUTUP

KESIMPULAN

            Media adalah alat untuk memberikan motivasi belajar siswa, dengan media proses belajar-mengajar lebih evektic. Metode mengajar akan sangat mempengaruhi terhadap ketentuan media yang harus disajikan pada peserta didik selama pempelajaran berlangsung kerena media sangat erat sekali hubungannya  dengan metode mengajar.

            Salain ketentuan diatas, guru jugak harus memperhatikan tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa setelah pempelajaran berlangsung

            Ada dua jenis macam media

1.      Media tradisional yang meliputi

a. Visual diam yang diproyeksikan

a.      Visual yang tak diproseksikan

b.      Audia

c.      Penyajian plus suara (tape)

d.      Visual dinamis yang diproyeksikan

e.      Cetak

f.        Permainan

g.      Realia

2.       Media tekhnologi mutaakhir

a.      Teleconference

b.      Mikroprosesor

DAFTAR PUSTAKA



Drs. Arief S. Sadiman, M.Sc.Drs. R. Raharjdi, M.sc.  Anung Haryojo, Msc., C.AS. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemamfaftan (PT RajaGrafindo Persada2003)

Azhar Arsyad, Media Pengajaran. (PT RajaGrafindo Persada2000)

Kamalia Sabarini. “Guru dan Hasil Proses Pembelajaran”. (http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/042007/30/0902.htm).

 Kompas, 21 Februari 2006.

R. Ng. Ranggawarsita. Wirid Hidajat-Djati. Kabangun R. Manojo (Surabaya: Trimurti, 1954).