PENGGUNAAN EXCEL DALAM STATISTIK DESKRIPTIF


Menghitung ukuran pemusatan dan ukuran penyebaran data sampel merupakan
pekerjaan pokok dalam statistik deskriptif. Selain itu penyajian data dalam
bentuk Tabel maupun diagram termasuk bagian dari statistik deskriptif.
Beberapa ukuran pemusatan dan penyebaran :
NAMA UKURAN PENGERTIAN fungsi Excel
1. Rata-rata Jumlah data dibagi banyak data AVERAGE
2. Median Nilai tengah data yang sudah terurut MEDIAN
3. Modus Nilai yang paling sering muncul MODE
4. Kuartil Data pada posisi 25% (Quartil 1), QUARTILE
50% (Quartil 2) dan 75% (Quatil 3)
5. Variansi ukuran penyebaran data VAR
6. Simpangan baku akar positif dari varians STDEV
7. Skewness ukuran kemencengan suatu distribusi SKEW
8. Kurtosis ukuran kelancipan suatu distribusi KURT
Bila kita diberikan sebaran data kuantitatif dan kita diminta untuk membuat
tabel distribusi frekuensi, biasa kita tetapkan dulu interval-intervalnya baru
kemudian menggunakan turus untuk mengisi masing-masing interval tersebut.
Frekuensi dari masing-masing interval dihitung berdasarkan banyaknya turus
yang didapat. Ini pekerjaan manual yang biasa dikerjakan di SMA dulu. Dengan
menggunakan Excel maka kita dapat dengan mudah menghitung frekuensi
untuk tiap-tiap interval.
Contoh : Berikut ini adalah skor ujian suatu mata kuliah statistika :
23, 60, 79, 32, 57, 74, 52,70, 82, 36, 80, 79, 81, 95, 41, 65, 92, 85, 55, 76, 52, 10, 64,
75, 78, 25, 80, 98, 81, 67, 41, 71, 83, 54, 64, 72, 88, 62, 74, 43, 60, 78, 89, 76, 84, 48,
84, 90, 15, 79, 34, 67, 17, 82, 69, 74, 63, 80, 85, 61.
Dengan menerapkan fungsi-fungsi seperti pada tabel diatas kita peroleh ukuranukuran
pemusatan dan penyebaran data ini dengan sebelumnya memasukkan
pada sheet Excel. Hasilnya dapat ditampilkan sebagai berikut :


Dalam Excel tersedia relasi logika IF, AND, OR, NOT, TRUE, FALSE.
Penggunaannya dijelaskan sebagai berikut :
1. IF(kondisi, ʺnilai untuk kondisi benarʺ, ʺnilai untuk kondisi salahʺ)
2. AND(kondisi1, kondisi2, . . . , kondisi 30) bernilai TRUE jika semuanya
dipenuhinya dan bernilai FALSE jika minimal salah satunya tidak dipenuhi.
3. OR(kondisi1, kondisi2, . . . , kondisi 30) bernilai TRUE jika minimal salah
satunya dipenuhi dan bernilai FALSE jika semuanya gagal dipenuhi.
Untuk melatih penggunaan relasi logika ini, kita coba mengelompokkan data
nilai mahasiswa sebelumnya dalam kategori angka sebagai berikut :
N I L A I KATEGORI
0 - 40 GAGAL
41 - 54 KURANG
55 - 64 CUKUP
65 - 80 BAIK
81 - 100 ISTIMEWA
Langkah langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Data nilai yang ada masukkan kedalam satu kolom, katakan cell A1 sampai dengan cell A60.
2. Pada cell B1, tulis pada formula bar relasi logika 

close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==