MAKALAH TENTANG ADMINISTRASI SARANA PRASARANA


KATA PENGANTAR


            Segenap puji aku ucapkan kepada Allah SWT. yang telah memberikan karunia-Nya kepada kita sehingga aku dapat menyelesaikan makalah tentang administrasi sarana dan prasarana. Untaian-untaian sholawat serta salam kami limpahkan keharibaan Nabi besar Muhammad SAW. Yang mana berkat perjuangan beliaulah sehingga alam ini menjadi tentram, aman, dan sejahtera.

            Sebuah lembaga akan menjadi lembaga yang efisien dan fleksible manakala administrasi di lembaga tersebut sudah mapan. Dalam artian lembaga tersebut bukan hanya mengandalkan input-input yang unggul namun juga didukung dengan pengelolaan yang teratur dan memadai. Apalagi hal yang berhubungan dengan administrasi sarana dan prasarana yang merupakan punggung dari lembaga tersebut. Maka dari sini kami akan membahas sejauh mana fungsi dan peran sarana dan prasarana dalam menunjang hasil pembelajaran. Dengan didorong oleh dosen pembimbing Drs. Abd. Mu’in, M.Pd. yang menjadi guru mata kuliah administrasi Pendidikan.

            Makalah ini kami buat sebagai tentament awal dalam memasuki semester ketiga. Disini kami akan banyak mengupas tentang administrasi sarana prasarana dari segment pembelajaran sehingga sebuah pembelajaran dapat berjalan dengan fleksible, maksimal dan efisien.

            Dan kami ucapkan banyak terima kasih kepada dosen yang telah memberikan saran dan bimbingan atas terbentuknya makalah ini, dan kepada rekan mahasiswa yang juga banyak memberikan informasi tentang administrasi dan supervise  ini.

            Akhirnya harapan kami makalah ini akan menjadi cikal bakal dari pekembangan makalah – makalah lain yang lebih luas dan lebih mendetail sehingga dapat mejadi existensi dalam memajukan sebuah lembaga dengan adminitrasi yang lengkap.










BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

            Sebuah system akan berjalan teratur dan rapi bila semua segmen yang berinteraksi didalamnya lengkap dan didukung dengan management yang memadai. Dalam dunia pendidikan system yang terjadi didalamnya tentu berbeda dengan lembaga lain yang tidak bergerak dalam pendidikan, karena dunia pendidikan lebih mengarah pada segment pengelolaan yang mengelola bagaimana para anak didik bisa belajar dengan tenang, nyaman dan memadai sehingga menghasilkan kualitas siswa yang unggul.  Untuk mencapai tujuan pendidikan yang maksimal maka adiministrasi pendidikan merupakan sebuah komponen segmen pendidikan yang akan menjadi cara bagaimana proses pembelajaran dalam lembaga tersebut teratur dan terarah.

            Sekolah yang merupakan gedung yang menjadi tempat para siswa dalam menempuh jenjang pendidikan, tentunya bangunan ini harus teratur agar lembaga pendidikan seperti sekolah berbeda dari pada bangunan lain seperti  pabrik,  dapur,  rumah dan lain sebagainya. Tentu dalam operasional gedung ini juga tidak lepas dari Administrasi pendidikan yang mengatur tentang sarana dan prasarana pendidikan sehingga proses KBM pendidikan tersebut berhasil maksimal dengan perlengkapan yang lengkap.


B.  Ruang lingkup Masalah

            Dengan beberapa  latar belakang yang telah kami sampaikan diatas maka kami akan merumuskan tentang pokok pembahasan yang akan terangkum dalam makalah ini.

    Apa administrasi sarana prasarana
    Sejauh mana kepala sekolah berperan dalam sarana prasarana
    Bagaimana administrator merawat dan menjaga sekolah.



C. Tujuan Penulisan

Kalau kita perhatikan rumusan administrasi sarana dan prasarana pendidikan diatas, sesungguhnya dapat dibayangkan mengenai apa yang menjadi tujuan pendidikan. Tujuannya tidak lain adalah agar semua kegiatan itu mendukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kalimat lain administrasi ini digunakan dalam dunia pendidikan agar tujuan pendidikan tercapai.

Pencapaian tujuan pendidikan semakin lama semakin rumit dirasakan karena pendidikan juga menyangkut masyarakat atau orang tua murid yag semestinya terlibat langsung dalam dunia pendidikan. Apalagi administrasi sarana dan prasarana tidak memadai untuk mencapai tujuan tersebut. Tentu butuh managemen dan organizing yang tepat yang barang tentu ilmu pengetahuan tentang ini akan didapat dari mempelajari managemen administrasi sarana dan prasarana.

Kiranya sudah cukup jelas bahwa tujuan adiministrasi sarana prasarana di sekolah adalah mempersiapkan situasi sekolah dan peralatan sekolah agar pendidikan dan pemebelajaran berlangsung dengan baik, sehinggga tercapai tujuan khusus sekolah tersebut.


























BAB II

ADMINISTRASI SARANA PRASARANA


A. Pengertian Sarana Prasarana secara administrasi

            Sarana menurut bahasa berarti ‘alat’ Hal ini indentik dengan media, yang tidak langsung mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan prasarana misalnya berupa: lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, uang dan sebagainya. Sedangkan  sarana adalah seperti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. Misalnya: ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya.

            Sedangkan menurut keputusan Menteri  P dan K No. 079/1975, sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu:

a)      Bangunan dan perabot sekolah

b)      Alat pelajaran yang terdiri, pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium.

c)      Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat panampil.

            Siapakah yang bertanggung jawab tentang prasarana dan sarana pendidikan?

Jawabannya tentu adalah para pengelola administrasi pendidikan yang secara micro (sempit) maka kepala sekolah yang bertanggung jawab dalam masalah ini.


B. Interaksi antara perlengkapan dengan  program pengajaran

            Jenis peralatan dan perlengkapan yang disediakan sekolah dan cara-cara pengadministrasiannya mempuyai pengaruh besar terhadap program mengajar-belajar. Persediaan yang kurang dan tidak memadai akan menghambat proses belajar dan mengajar. Demikian pula asministrasinya yang jelek akan mengurangi kegunaan alat-alat dan perlengkapan tersebut, sekalipun peralatan dan perlengkapan pengajaran itu keadaannya istimewa.

            Titik berat dalam hal ini adalah kepada belajar yang dikaitkan dengan masalah-masalah dan kebutuhan serta kegunaan hasil belajar nanti di dalam kehidupannya. Karena –penyediaan sarana pendidikan disuatu sekolah haruslah disesuaikan dengan kebutuhan anak didik serta kegunaan hasilnya di masa-masa mendatang.





C. Tanggung jawab kepala sekolah dalam Kaitannay dengan Sarana prasarana


            Salah satu tugas utama kepala sekolah dalam administrasian sarana pengajaran ialah bersama-sama dengan staff menyusun kebutuhan mereka akan alat-alat sarana tersebut dan mempersiapkan perkiraan tahunan untuk diusahakan penyediaannya. Kemudian menyimpan dan memelihara serta mendistribusikan kepada guru-guru yang bersangkutan, dan menginvertarisasi alat-alat/ sarana tersebut pada akhir tahun pelajaran.

    Mempersiapkan perkiraan tahunan.

            Biasanya kepala sekolah membuat daftar alat-alat yang diperlukan di sekolahnya sesuai dengan kebutuhannya dengan daftar alat yang distandardisasi. Sedangkan untuk alat-alat yang belum distandardisasi  kepala sekolah sama-sama menyusun daftar kebutuhan sekolah masing-masing.

    Menyimpan dan mendistribusikan

            Ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah.

     Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari factor-faktor perusak seperti: panas, lembab, lapuk, dan serangga.
    Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat.
    Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan.
    Semua penyimpanan harus diadmministrasikan menurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu digunakan .
    Harus diadakan inventarisasi secara berkala.
    Tanggung jawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumusakan secara terperinci dan dipahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan.

            Pendristibusisan peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. Karena peraksanaan tanggung jawab ini hanya bersifat ketata usahaan maka kurang tepat jika kepala sekolah atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya. Yang paling tepat adalah pegawai tata usaha.


            Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada prinsip efesien dan fleksibelitas, maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan.



D. Pedoman-pedoman administrasi perawatan.

            Walaupun pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengapan sudah merupakan pekeerjaan rutin orang-orang dihadapkan kesukaran-kesukaran yang kurang berarti, namun untuk menyempurkan pekerjaan tersebut para ahli menyarankan beberapa pedoman pelaksanaan administrasinya.

Diantaranya adalah sebagai berikut:

    Kepala sekolah tidak terlalu menyibukkan dirinya secara langsung dengan urusan pelaksanaan administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran.
    Melakukan system pencatatan yang tepat sehingga mudah dikerjakan.
    Administrasi peralatan dan perlengkapan pengajaran harus senantiasa ditinjau dari segi pelayanan untuk turut memperlancar pelaksanaan program pengajaran.
    kondisi-kondisi diatas akan terpenuhi jika administrator mengikutsertakan semua guru dalam perencanaan seleksi, distribusi dan penggunaan serta pengawasan peralatan dan perlengkapan pengajaran yang semuanya mendorong mereka untuk memikirkan proses palinmg tepat dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka.


E. Administrasi Gedung Dan Perlengkapan Sekolah

            Mungkin banyak para kepala sekolah yang tidak mempunyai kesempatan untuk serta dalam perencanaan bangunan sekolah. Sedangkan sebagai administrator yang bertanggung jawab akan sekolahnya, kepala sekolah mempunyai peranan tersendiri dalam panitia perencanaan bangunan sekolah dan perlengkapannya.

            Dalam menghadapi tugas ini disrankan menempuh langkah-langkah sebagai berikut:

a)      Masalah dasar pengajaran dan penentuan jenis program pengajaran dan perencanaan fasilitas bangunannya.

b)      Membentuk panitia untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhgan khusus yang bertalian dengan bangunan dan perlengkapan yang diusulkan.

c)      Mengatur kunjungan ke sekolah-sekolah yang dipergunakan sebagai model atau contoh.

d)      Mempelajari gambatr-gambar contoh bangunan sekolah dan perlengkapannya baik yang diproyeksikan mapun yang biasa.

          

            Langkah-langkah diatas bukan satu-satunya cara yang dapat ditempuh kepala sekolah dalam merencanakan bangunan sekolah baru beserta perlengkapannya. Masih ada cara-cara lain yang bisa ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai hal-hal penting yang bertalian dengan perencanaan bangunan sekolah dan perlengkapannya.

            Kepala sekolah yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang hal tersebut akan sangat berguna dalam partisipasinya.

             Ada beberapa aspek yang bertalian dengan perencanaan dan pemeliharaan bangunan sekolah dan perlengkapannya sebagai berikut:

    Meningkatkan mutu keindahan ruang belajar
    Rehabilitasi
    Memilih perlenggkapan
    Penyimpanan alat-alat yang tepat
    Tanggung jawab kebersihan sekolah
    Memerhatikan kondisi sanitasi
    Pemeriksaan terhadap perlengkapan
    Mengatur dana memelihara ruang belajar
    Pemeliharaan halaman dan tempat bermain


            Kepala sekolah hendaknya serba bisa, karena bukan hanya harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenangai bangunan fisik sekolah tapi juga banyak pengetahuannya tentangn perabot dan perlengkapan sekolah. Salah satu factor penting yang harus dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih perabot dan ruangan kelas yang harus disediakan ialah dasar pengajaran. Administrator yang progressif akan mengutamakan fleksibelitas dalam fungsi dan letak perabot diruang belajar.

            Factor-faktor psikologis harus diperhatikan dalam pembuatan perabot ruang belajar, jangan sampai ada perabot yang dapat menghambat proses belajar pada murid. Ingatlah bahwa yang belajar adalah murid sebagai kesatuan pribadi dan bukan kecerdasannya saja yang berkembang.











BAB III

PENUTUP


A. Kesimpulan

            Seperti yang telah dipaparkan didepan bahwa skopa atau ruang lingkup administrasi sekolah meliputi segala hal material yang pada dasarnya ditekankan pada pelaksanaan pendidikan supaya berjalan secara teratur dan tertib yang semua itu diorentasikan pada tujuan pendidikan. Karena itu butir-butir administrasi sarana prasarana termasuk dalam ruang lingkup administrasi pendidikan yang sesungguhnya amat luas dan banyak. Adapun rinciannya sebagai berikut:


1.      Sarana menurut bahasa berarti ‘alat’ Hal ini indentik dengan media, yang tidak langsung mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan prasarana misalnya berupa: lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, uang dan sebagainya. Sedang seperti sarana alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. Misalnya: ruang, buku, perpustakaan, labotorium dan sebagainya.

2.      Salah satu tugas utama kepala sekolah dalam administrasian saran pengajaran ialah bersema-sama dengan staf menyusun kebutuhan merekaakan alat-alat sarana tersebut dan mempersiapkan perkiraan tahunan untuk diusahakan penyediaannya. Kemudian menimpan dan memelihara serta mendistribusikan kepada guru-guru yang bersangkutan, dan menginvertarisasi alat-alat/ sarana tersebut pada akhir tahun pelajaran.

        Mempersiapkan perkiraan tahunan.
        Menyimpan dan mendistribusikan
        Tanggung jawab untuk pelaksanaan yan tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumusakan secara terperinci dan dipahami dengan jelas oleh kepala sekolah

3.      Beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh administrator dalam pemeliharaan bangunan sekolah dan perlengkapannya sebagai berikut:

1.           Meningkatkan mutu keindahan ruang belajar

2.           Rehabilitasi

3.           Memilih perlenggkapan

4.           Penyimpanan alat-alat yang tepat

5.           Tanggung jawab kebersihan sekolah


B. Saran


            Kegiatan refreshing  di sekolah dewasa ini mempunyai peranan penting dalam program pengajaran dan pembelajaran. Menyediakan tempat dan pasilitas saja untuk keperluan itu belum memadai tempat bermain harus di pelihara, di ratakan serta di sesuaikan denagan berbagai mainan dan kegiatan yang dilakukan oleh murid-murid. Tempat bermain harus selalu di jaga dan di pelihara supaya bebas dari kondisi dan hal-hal atau benda-benda yang mungkin menimbulkan bahaya kecelaan, atau memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan kesehatan murid-murid dan penghuni sekolah lainnya. Untuk menjaga dan memelihara agar supaya tempat bermain menarik, aman dan bebas dari hal-hal yang mungkin menimbulkan kelekaan, kepala sekolah harus bekerja sama dengan guru-guru, murid,penjaga kebersihan sekolah dan penjaga keamanan sekolah.  

            Memang kita akui bahwa srana belajar itu penting dan bahwa proses belajar adalah juga isi dalam arti yang sebenarnya dan merupakan aspek terpenting dalam situasi belajar mengajar. Namun kita harus berpendirin hati-hati jangan sampai terjerumus ke salah satu pendapat yang ekstrim. Pendekatan yang sehat terhadap belajar merupakan interaksi antara pelajar dengan situasi peralatan, dan problematika bahwa yang digunakan untuk memcahakan masalah adalah adanya orang dewasa / guru.

            Oleh karena itu tugas makalah seperti ini sangat menunjang pada mahasiswa agar bisa menguasai adminstrasi pembelajaran dari semua segmen secara keseluruhan. Sehingga mahasiswa menjadi administrator handal ketika terjun dalam ranah aplikatif. Bahkan seharusnya mahasiswa yang merupakan agen of change memperbnyak khazanah keilmuannya dengan banyak membuat makalah sendiri hasil dari eksperimen atau pemikiran yang didapat beberapa referensi yang telah dibaca atau yang belum dibaca. Namun terkadang mereka merasa berat dengan seperti ini yang sejatinya akan menjadikan pembelajaran kepada mereka dalam berkarya ilmiyah. Sehingga bercikal bakal lahirnya ilmuan yang bukan hanya mampu berbicara di depan public tapi juga mampu mentransformasikan pengetahuannya dalam bentuk karya ilmiyah se4hingga dapat dibaca oleh khlayak ramai. Semoga harapan dan saran ini terwujud dengan maunah dai Allah SWT. Amin


          


DAFTAR PUSTAKA


1.      Haryanto, HM, Administrasi pendidikan, Jakarta:  Rineka Cipta, 2001

2.      Gie , The Liang. Administrasi perkantoran modern, Yogyakarta: Radya Indra, 1987

3.      Ahmadi, Abu, Administrasi pendidikan, Semarang : CV Tba Putra, 1981

4.      Rifai, Moh, Administrasi Pendidikan Dan Supervisi pendidikan, Bandung : Jenmars, 1982

5.      Suryosubroto, B. Pengantar administrasi dan supervisi di sekolah, tinjauan secara nicro tentang administrasi pendidikan. Yogyakarta: P3T IKIP, 1980.























DAFTAR ISI


DAFTAR ISI  ……………………………………………………………………………... i

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………….   1

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………   2

a. Latar belakang

b. Ruang lingkup masalah

c. Tujuan penulisan

BAB II ADMINISTRASI SARANA PRASARANA …………………….………………     5

    Pengertian tentang Sarana prasarana ………………………………………………    3
    Tanggung jawab kepala sekolah dalam Kaitannay dengan Sarana prasarana
    Tanggung jawab kepala sekolah dalam kaiotannya dengan  sarana dan prasarana  .        4
    Pedoman-pedoman administrasi perawatan.
    Administrasi Gedung Dan Perlengkapan Sekolah

BAB III PENUTUP  ………………………………………………………………………   8

A.     Kesimpulan  …………………………………………………………………….....   8

B.     Saran   …………………………………………………………………………….   8

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………     9