Tafsir Konsep pendidikan dalam Islam


KATA PENGANTAR

            Syukur Alhamdulillah selayaknya patut kami panjatkan puja dan puji syukur kehadiarat Allah SWT berkat rahamat, taufiq serta hidayah-Nya dan inayah-Nya kami dapat menyelesaikan Makalah ini.
            Shalawat dan Salam semoga senantiasa kunjuk kepada sang pemabawa risalah kebenaran dan suri tauladan serta beliaulah yang telah merubah tatanan sosial yang amburadul  dalam kejahiliaan pada kehidupan dan peradaban yang lebih tertata rapi
dengan ninlai-nilai Ilmu pengetahuan dan kesejahteraan.
            Demikianlah kami menyadari hasil usaha kami (Makalah) masih jauh dari kesempurnaan tetapi tidak sampai harapan kami, semoga makalah kami ini turut memberikan kontribusi bagi semua orang yang ingin memperdalam pengetahuan tentang Islam secara umum dan ikut andil dalam langkah memajukan islam itu sendiri. Amin.




















BAB I
PENDAHULUAN
            Pendidikan merupakan suatu sarana dan menjadi tuntutan utama umat Islam yang mutlak diperlukan bahkan bagi seluruh umat manusia diseluruh muka bumi, dimana diciptakan oleh Allah sebagai Kholifah, karena hanya dengan pendidikan manusia bisa melakukan perubahan kearah yang lebih baik, dan pendidikan yang harus ditanamkan pertamakali adalah “Pendidikan dalam Rumah Tangga” sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran.
يا ايها الذين امنواقواانفسكم واهليكم نارا (التحريم)

A. LATAR BELAKANG
            Pendidikan agama dalam rumah tangga berlanjut pada pendidikan agama disekolah, kalau demikian, posisi pendidikan agama disekolah itu sama atau hampir sama dengan pendidikan agama dalam rumah tangga. Kalau begitu pendidikan agama disekolah juga menjadi kunci pendidikan pada umumnya akan tetapi, dipihak lain, pendidikan agama disekolah itu tidak akan berhasil bila pendidiakan agama dalam rumah tangga, gagal maka dari atas dasar itu penulis mengambil tema ini dengan judul ” Konsep Pendidikan Dalam Rumah Tangga”.

B. RUMUSAN MASALAH
  1. Apa yang dimaksud dengan pendidikan agama?
  2. Mengapa pendidikan agama dalam rumah tangga menjadi kunci pendidikan pada umumnya?

C. TUJUAN KEPENULISAN
            Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah
  1. Untuk mengetahui sejarah mana pendidikan agama dalam rumah tangga menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan pendidikan pada umumnya
  2. Langkah-langkah apakah yang harus di lakukan dan di perhatikan bagi seorang pemimpin keluarga.




BAB II
PEMBAHASAN
A. PENDIDIKAN AGAMA
            Pendidikan agama adalah bimbingan atau pembinaan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya keperibadian yang mulya sehingga akan tertanamkan ketaqwaan kepada Allah Swt.
Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al-Quran
يا ايها الذين امنواقواانفسكم واهليكم نارا (التحريم)
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan kelurgamu dari siksa Neraka.
            Dilihat dari ajaran Islam, anak dan keluarga adalah amanah Allah, dan amanah wajib dipertanggung jawabkan. Jelas, tanggung jawab orang terhadap anak tidaklah kecil, secara umum inti dari tanggung jawab itu ialah penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak dalam rumah tangga, tuhan memerintahkan agar setiap orang tua menjaga keluarganya dari siksa neraka.
            Menurut Ibnu Abbas dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan kepada kita untuk mendidik dan mengajari anak dan keluarga kita pada umumnya. Kewajiban itu dapat dilaksanakan dengan mudah dan wajar karena orang tua memang mencintai anaknya. Ini merupakan sifat manusia yang dibawanya sejak lahir. Manusia mempunyai sifat mencintai anaknya, ini terlihat dalam surat Al-Kahfi ayat 46:
المال والبا نون زينة الحياة الدنيا, الاية
Artinya: Harta dan anak-anak merupakan perhiasan kehidupan dunia.
            Dalam ayat ini dijelaskan bahwa manusia membawa sifat menyayangi harta dan anak-anak. Bila orang tua memang telah mencintai anaknya, maka tentulah ia tiadak akan sulit mendidik anak-anaknya.






B. KANDUNGAN AYAT
            Uraian diatas itu menegaskan bahwa:
  1. Wajib bagi orang tua menyelenggarakan pendidikan dalam rumah tangganya.
  2. Kewajiban itu wajar (natural) karena Allah menciptakan orang tua yang bersifat mencintai anaknya. Jadi, pertama hukumnya wajib, kedua memang orang tua senang mendidik anak-anaknya. Inilah mudal utama bagi pendidikan dalam rumah tangga.

C. PENDIDIKAN DALAM RUMAH TANGGA
            Bila kita bertahan pada perlunya objek (peserta didik) dalam rumah tangga, maka pendidikan anak mestinya dimulai tatkala anak sudah ada. Anak itulah yang menjadi objek pendidikan tersebut. Akan tetapi, dalam “Islam” ternyata pendidikan anak harus dimulai jauh sebelum kelahiran.





















BAB III

A. KESIMPULAN
            Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan
1.      Pendidikan agama dalam rumah tangga merupakan faktor yang cukup signifikan dalam mewujudkan pribadi mulya anak, pengetahuan dan pengamalan agama akan mampu menjadi motifator sekaligus contoh bagi seseorang dalam melaksanakan hidup dan kehidupannya.
2.      Bahwa pada pendidikan dalam keluarga yanag dilakukan untuk menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah yang Maha Esa, lewat penguasaan keilmuan agama dan dalam teranan kognetif, efektif dan psikomototik.

B. SARAN
1.      Pelaksanaan pendidikan agama hendaknya dimulai dalam keluarga
2.      Pendidikan agama hendaknya diajarkan tidak hanya system sekolah secara formal seperti dalam keluarga, tempat ibadah, dan masyarkat.
3.      Pemerintah seharusnya tidak boleh dekotomis-diskriminatif dalam memandang pendidikan agama baik dalam tatanan kebijakan hukum mauapaaun pelaksanaannya.











DAFTAR PUSTAKA


  1. Tafsir, Ahmad, Dr, 1992 Ilmu Pendidikan Dalam Persepektif Islam.
       PT Remaja Resdakata of Fet, Bandung
  1. Marimba, Ahmad Dr. 1989, Pengantar Pilsafat Pendidikan Islam, Bandung Al-Ma’arif 
  2. Fahmi, Asma 1929, Sejarah Filsafat Pendidkan Terjemahan Ibrahim Husen, Jakarta, Bulan Bintang.
  3. Jalaluddin, Dr. d Said Usman Dr, 1994 Filsafat Mitung Pendidikan Islam, PT Raja Grafiado, Jakarta 




















                                                                                                                  












DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.................................................................................................. i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….......……. ii
KATA PENGANTAR .................................................................................................. 1
BAB I: PENDAHULUAN ........................................................................................... 2
A. Latar belakang ......................................................................................................... 2
B. Rumusan masalah .................................................................................................... 2
C. Tujuan kepenulisan................................................................................................... 2
BAB II: PEMBAHASAN ............................................................................................ 3
A. Pendidikana Agama ................................................................................................. 3
B. Kandunga Ayat......................................................................................................... 4
C. Saat Memulai Pendidikan Agama Rumah Tangga .................................................. 4
BAB III
A. Kesimpulan .............................................................................................................. 5
B. Saran ........................................................................................................................ 5
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 6