MAKALAH TENTANG PENDIDIKAN Long Life Education


KATA PENGANTAR

            Puji syukur dan alhamdulillah senantiasa aku panjatkan kepada Allah SWT. Karena berkat kasih
sayangnya aku dapat menulis makalah yang diberikan oleh dosen sebagai pelatihan dalam dunia karya tulis dan berkarya ilmiyah.
            Sholawat serta Salam tak lupa aku persembahkan kepada Nabi tercinta yang telah berkorban jiwa dan raga demi terbentuknya masyarakat madani yang hidup dalam ketentraman dan berdampingan tanpa ada perbedaan apalagi permusuhan. Dialah makhluk yang paling sempurna yang diutus  kepada seluruh alam sebagai akhir dari para utusan-utusan yang terdahulu.
            Kami merupakan pemula dalam membuat tentamen-tentamen di awal bangku kuliyah, yang jelas dan tentu banyak kekurangan dan kekeliruan dalam pembuatan tentamen yang berupa makalah ini. Oleh karena itu bimbingan dan arahan selalu aku harapkan kepada semua dosen, sehingga  dengan bimbingan dan arahan tersebut diharapkan kami dapat menghasilkan makalah  yang dapat dikatakan sebagai makalah ilmiyah yang berpijakan pada dasar- dasar ilmiyah yang dapat diuji kebenarannya baik secara ilmiyah atau secara realitas.
            Dan aku ucapkan banyak terima kasih kepada semua rekan mahasiswa yang telah banyak memberikan sumbangsih  wawasan dalam penyusunan makalah ini, sehingga kami dapat mengumpulkan data-data tentang pengaktualisasiankonsep Pendidikan Seumur Hidup (PSH). Yang dapat diterapkan dalam learning and teaching process dalam kurun waktu kewaktu. Sehingga eksistensinya pendidikan tetap pada funginya. Juga yang yang tak kalah penting kami ucapkan terima kasih kepada dosen yang telah memberikan bimbingan dan arahannya sehingga terbentuklah makalah sederhana yang masih jauh untuk dikatakan sempurna. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi perkembangan pendidikan sepanjang hayat dan denyut nadi makhluk manusia ini.







BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
            Berpijak pada Negara-negara maju yang sumber daya manusianya sudah meningkat di karenakan kemapanan ilmu dan inlektualitas yang mereka miliki sehingga terbentuklah sebuah Negara yang menghasilkan SDM yang handal berbudaya  keilmuan, yang hal itu semua terealisasi dengan baik karena adanya pengaturan sebuah badan teroganisir yang mampu menciptakan kehidupan masyarkatnya berkulitas dan berilmu.  Baik ilmu agama maupun ilmu psikosocial lainnya.
            Pencapaian masyarakat yang berkualiTas-SDM tinggi itu tak lepas dari proses pendidikan yang berjalan secara kontinuitas dari waktu ke waktu. Sehingga dapat menelurkan SDM-SDM yang sesuai dengan harapan. Hal ini searah dengan apa yang pernah diperintah  Nabi Muhammad SAW. kepda ummatnya agar senantiasa mengaktualisasikan belajar dari lahir sampai ke liang lahat.
            Dalam artian untuk mencapai kesuksesan dalam pembentukan SDM yang mumpuni maka setiap anak didik diharapkan mnerpakan sebuah proses belajar dari waktu ke waktu. Karena belajar bukan berhenti pada jenjang pendidikan di bangku sekolah, tetapi belajar merupakan long life process atau poses kehidupan yang panjang tak mengenal umur dan  usia.
            Sehubungan dengan latar baground problematika diatas maka perlu kiranya kami angkat pembahasan sebuah konsep pengaktualisasianpendidikan seumur hidup atau yang kita singkat dengan ikon PSH.
                                                   
B. Rumusan masakah
1. Apa edukasi dan pendidikan seumur hidup
2. Mengaktualisasian konsep pendidikan seumur hidup







BAB II
DEFENISI EDUKASI
1. Defenisi Edukasi
            Edukasi atau pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidkan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu.
2. Karakteristik khusus
  1. Masa pendidkan. Pendidikan berlangsung seumur hidup dalam setiap saat selama ada pengaruh lingkungan.
  2. Lingkungan pendidikan.  Edukasi berlangsung dalam segala lingkungan hidup, baik yang khusus diciptakan untuk kepentingan edukasi maupun yang ada dengan sendirinya.
  3. Bentuk kegiatan. Terentang dari bentuk-bentuk yang misterius atau tak disengaja sampai dengan terprogram, edukasi berbentuk segala macam pengalaman belajar dalam hidup. Edukasi berlangsung dalam beraneka ragam bentuk, pola, dan lembaga. Edukasi dapat terjadi sembarang, kapan, dan dimanapun dalam hidup. Edukasi lebih berorientasi pada peserta didik.
  4. Tujuan. Tujuan edukasi terkandung dalam setiap pengalaman belajar, tidak ditentukan dari luar. Tujuan edukasi adalah tidak terbatas. Tujuan edukasi sama dengan tujuan hidup.














BAB II
PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP
1. Pendidikan Seumur Hidup
            Pengertian pendidikana seumur hidup (PSH) adalah sebuah system konsep-konsep pendidikan yang menerangkan keseluruhan peristiwa yang berhubungan dengan teaching and learning process yang berlangsug dalam keseluruhan hidup spesies manusia.
2. Konsep-konsep Pendidikan  ( education concept )
            Konsep pendidikan tidak lepas dari batasan antropologi  yang berorientasi pada study tentang asal usul, perkembangan, dan karakteristik spesies  manusia. Antropolgy ilmiyah yang mencakup antropologi biologis, antropologi social budaya , psikologi, arkeologi, dan linguistic.
            Konsep-konsep antropologi biologis menjadi landasan pendidikan, keharusan dan kemungkinan pendidikan, serta keragaman praktek pendidikan, baik dalam sejarah hidup manusia maupun dalam bentuk praktek pendidikan dalam suatu zaman. Hal ini berimplikasi dalam pengembangan teori pendidikan. Sehingga lahir dan berkembanglah antropologi pendidikan yang dipelopori oleh Frans Goa An Margareth Mead. Dan adanya kebutuhan antropologi filsafat anak (pandangan tentang khuluk atau karakteristik anak)
            Antropologi social budaya mempergunakan teknik-teknik riset historis, observasi, wawancara dalam studi orang yang hidup sekarang. Konsep antropologi sosio budaya berimplikasi menjadi fundamental pendidikan, keharusan dan kemungkinan pendidikan, keragaman kegiatan pendidikan berdasarkan system budaya, kesatuan budaya regional, dan kelompok subkultur. Pendidikan adalah ekulturasi (proses pemindahan budaya dari generasi ke generasi)
            Psikologi adalah kegiatan tentang tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya dari alam kandungan sampai balita, dari masa kanak-kanak sampai dewasa dan tua. Konsep psikologi tentang individu menjadi dasar pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Sehingga lahir dan berkembanglah psikologi pendidikan yang dipeopori oleh Thorndike. B. Konsep Pendidikan
                        Konsep-konsep antropologi biologis menjadi landasan pendidikan, keharusan dan kemungkinan pendidikan, serta keragaman praktek pendidikan, baik dalam sejarah hidup manusia maupun dalam bentuk praktek pendidikan dalam suatu zaman. Hal ini berimplikasi dalam pengembangan teori pendidikan. Sehingga lahir dan berkembanglah antropologi pendidikan yang dipelopori oleh Frans Goa An Margareth Mead. Dan adanya kebutuhan antropologi filsafat anak (pandangan tentang khuluk atau karakteristik anak)
            Antropologi social budaya mempergunakan teknik-teknik riset historis, observasi, wawancara dalam studi orang yang hidup sekarang. Konsep antropologi sosio budaya berimplikasi menjadi fundamental pendidikan, keharusan dan kemungkinan pendidikan, keragaman kegiatan pendidikan berdasarkan system budaya, kesatuan budaya regional, dan kelompok subkultur. Pendidikan adalah ekulturasi (proses pemindahan budaya dari generasi ke generasi)
            Psikologi adalah kegiatan tentang tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya dari alam kandungan sampai balita, dari masa kanak-kanak sampai dewasa dan tua. Konsep psikologi tentang individu menjadi dasar pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Sehingga lahir dan berkembanglah psikologi pendidikan yang dipeopori oleh Thorndike.2. Perlunya PSH
  1. Keterbatasan kemampuan pendidikan sekolah
Pendidikan sekolah ternyata tidak memenuhi harapan masyarakat. Terlihat antara lain dalam:
1). Banyak lulusan yang tidak dapat diserap dalam dunia kerja, yang antara         lain karena mutunya yang rendah.
2). Daya serap rata-rata lulusan sekolah yang masih rendah, karena pelajar tidak dapat belajar optimal.
3). Pelaksanaan pendidikan sekolah tidak efisien, sehingga terjadi penghamburan pendidikan (educational westage) yang terlihat dari adanya putus sekolah (drop out) dan siswa yang mengulang (repeaters)
  1. Perubahan masyarakat dan peranan-peranan social
Globalisasi dan pembangunan mengakibatkan perubahan-perubahan yang cepat dalam masyarakat, dan dengan demikian perubahan-perubahan peranan social. Pendidikan dituntut untuk dapat membantu individu agar selalu dapat mengikuti perubahan-perubahan social sepanjang hidupnya.
  1. Pendayagunaan Sumber yang Masih Belum Optimal
Salah satu masalah pendidikan  kita dewasa ini adalah kelangkaan sumber yang mendukung pelaksanaan pendidikan. Hal yang perlu dilakukan adalah:
1). Penghematan dan optimalisasi dalam penggunaan sumber yang telah tersedia bagi pendidikan.
2). Perlu digali sumber-sumber baru yang masih terpendam dalam masyarakat, yang dapat dimanfaatkan untuk memperlancar dan meningkatkan proses pendidikan.
Pendayagunaan sumber secara menyeluruh untuk pendidikan memerlukan kerja sama luas yang bersifat lintas sector. Sehingga perlu penyelenggaraan pendidikan yang meluas.
  1. Perkembangan pendidikan luar sekolah yang pesat
Dalam zaman modern, pendidikan luar sekolah berkembang dengan pesat karena memberikan manfaat kepada masyarakat, sehingga perlu mendapat tempat yang wajar dalam pemyelenggaraan keseluruhan pendidikan.

3. Operasional PSH
1. Sebuah system PSH
komponen-komponen system PSH:
  1. Tujuan-tujuan PSH
Semua tujuan yang ingin dicapai dalam PSH, baik tujuan akhir/umum maupun tujuan-tujuan khususnya.
  1. Asumsi-asumsPSH
Konsep-konsep yang menjadi dasar pijakan penyelenggaraan untuk pengembangan system PSH
  1. Prinsip-prinsip pengembagan system PSH
Konsep-konsep yang menjadi dasar pijakan untuk pengembangan system PSH
  1. Bentuk-bentuk belajar
1)      Pendidikan umum, baik yang diselenggarakan dalm bentuk pendidikan formal maupun non-formal.
2)      Pendidikan professional, baik yang diselenggarakan dalam bentuk pendidikan formal maupun non-formal.







BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
      Dari beberapa sub-sub pembahasan yang telah kami perinci di atas, maka dapat kami ambil tujuan pokok dari pembahasan tersebut yaitu;

1). Pendidikan adalah segala perjalanan sejarah belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Konsep PSH tidak lepas dari batasan antropologi  yang berorientasi pada study tentang asal usul, perkembangan, dan karakteristik spesies  manusia.
2). Konsep-konsep dasar pijakan pengaktualisasian PSH adalah untuk pengembangan system PSH sebagimana disebut diatas.

B. Saran
      Dalam rangka melestarikan khazanah belajar secara gradual maka kita sebagai generasi muslim harus bisa mengaktualisasian pendidikan seumur hidup atau  memanifestasikan dengan sikap kita masing-masing dalam keseharian yang tak lepas dari pendidikan . hal ini bisa tercapai apabila guru punya andil besar dalam hal ini karena guru sebagai motivator and guidance of learning activity. Sehingga dengan adanya manifestasi dari kita umat islam maka budaya pendidikan  akan terjaga kelestarian juga akan mengakar pada generasi – generasi selanjutnya. Dan kami sebagai penulis dari makalah mini ini selalu mangharapkan aliran saran-saran yang kondtruktif demi terjaganya khzanahkebudayaan Islam dan kelestarian nilai dan orsinilitas kebudyaan Islam. Sehingga pengaktualisasiankonsep PSH ini akan terus exist sampai hari pembalasan nanti.














DAFTAR PUSTAKA


1.            Gatot, Istomo, Himpunan Lengkap Undang-Undang & Peraturan-Peraturan Kepegawaian Negara, Buku Pertama, Jilid I, PT. Karya Nusantara, cabang Bandung, Bandung: 1987.
2.            Deprtement Pendidikan dan Kebudayaan, Himpunan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang  organisasi dan tat kerja unit organik pusat dan instansi vertikal di Lingkungan Departement Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1982.
3.            Mudyahardjo, Redja, Pengantar pendidikan study tentang dasar-dasar pendidikan pada umumnya dan pendidkan di Indonesia, Jakarta: PT. Radja Grafindo Persada, 2002.
4.            Yamin,  Muhammad ,proklamasi dan konstitusi,jembatan, Jakarta, 1950.





























DAFTAR ISI


1.      Halaman Judul …………………………………………………………………   i
2.      Daftar Isi ……………………………………………………………………….  ii
3.      Kata Pengantar …………………………………………………………………  1
4.      BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………..   2
5.      BAB II PENGERTIAN PENDIDIKAN ……………………………………..     3
A. Defenisi Edukasi …………………………………………………………..     3
B. Karakteristik khusus…………………………………………………………   3
6.      BAB II PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP……………………………………    4
1. Defenisi pendidikan seumur hidup ………………………………………….      4
2. Konsep-Konsep pendidikan .……………………………………………….    4
3. Operasional PSH …………………………………………………………….  6
7.      . BAB IV PENUTUP …………………………………………………………..  7
8.      DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………   8