Makalah Peradaban islam

KATA PENGANTAR

            Segenap puji aku ucapkan kepada Allah SWT. Yang telah memberikan karunia-Nya kepada kita sehingga aku dapat menyelesaikan makalah tentang islam dan perdaban Islam ini. Untaian-untaia sholawat serta salama aku limpahkan keharibaan nabi besar Muhammad SAW. Yang mana berkat perjuangan beliaulah sehingga alam ini menjadi tentram, aman, dan sejahtera. Sehingga muncullah peradaban- peradaban islam yang tak kalah apresiasi dalam memberikan kontribusi khazanah keilmuan klasik dan kontemporer.
            Perjalan sejarah islam dan peradaban islam di Indonesia bukan hanya sebatas berkembang dan membumi di Indonesia ini. Tetapi islam telah menjadi ujung tombak kemerdekaan Indonesia dari tangan-tangan kolonialis belanda dan jepang. Bahkan bukan hanya itu para tokoh yang berperan aktif dalam Indonesia mayoritas adalah ummat islam dan para cendikiawan muslim sehingga bila berbicar tentang kemerdekaan Indonesia tak lepas dari para tokoh-tokoh islam.
            Dalam makalah ini kami ingin mencoba mengutip dan menjabarkan seluk beluk islamasasi dan transformasi agama islam di Nusantara ini. Bagaimana islam itu masuk dan sejak kapan islamisasi dimulai di Indonesia. Bahwa masuk islam ke Negeri ini bukan melalui jalan kekerasan atau peperangan dengan jalan yang humanism dan mulus tanpa prahara. Sehinga orang Indonesia dapat menerima dengan lapang dada, nyaris tanpa ada kemelut apalagi pertumpahan darah.
            Dan aku ucapkan banyak terima kasih kepada semua dosen yang telah memberikan bimbingan atas terbentuknya makalah ini, dan kepada rekan mahasiswa yang juga banyak memberikan informasi islamisasi dan peradaban islam di Indonesia ini.
            Akhirnya harapanku makalah akan menjadi cikal bakal dari pekembangan makalah – makalah lain yang lebih luas dan lebih mendetail sehingga dapat mejadi sumber existensi islam dan peradabannya selama perjalanan Indonesia kedepan atau perjalanan sejarah manusia pada umumnya.


Penulis

Moh. Hafidurrahman
           

BAB I
PENDAHULUAN
A, Pengertian Umum Tentang Islam
            Islam adalah agama yang dibawa Nabi akhir zaman, Muhammad bin Abdillah sebagai penutup dari risalah sebelumnya. Allah SWT. Telah mnejadikan Muhammad SAW. Sebagai Nabi-Nya untuk menyampaikan agama ini. Maka tidak akan ada nabi sesudah beliau dan tidak agama sesudah agama Islam, karena Allah telah menyempurnakan agama-agama sebelumnya dengan Islam, san menganggap semua agama, aliran edan pemikiran yang sesat. Firman Allah :
“ Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi Allah hanyalah Islam” (QS.Ali Imron : 19 )
            Allah SWT, telah menyerukan kepada selruh umat manusia untuk hanya mengikuti agama islam wsaj, tiak menyeru untuk mengikuti agama-agama yang lain, karena itu merupakan bentuk kesesatan, penyimpangan dan kebathilan. Allah berfirman :
Siapa saja yang menerima agama selain agama Islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dar padanya. Dan dia di Akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS li Imron : 85)
            Islam sebagai agama yang hak mengantarkan pemeluknya untuk masuk surga. Ia merupakan agam fitrah manusia dengan karakter  dasarnya senantiasa mengarah kepada Islam, sehingga dar sini dapat dilihat begitu mudahnya manusia untuk masuk kedalam agama islam.
            Dalam kedudukannya sebagai agama terakhir, Allah SWT. Memberikan kekhususan dan keutamaan yang menjadikannya tetap berlaku disetiap tempat dan waktu, universal untuk seluruh manusia dan mencakup unutuk seluruh segi-segi kehidupan beserta permasalahan-permasalahannya.
            Diantara yang membedakan islam dengan agama yang lain adalah islam sebagai agama tuhan (rabbany) yang bersumber dari Allah, karena hanya dialah yang maha mengetahui penciptaan manusia dan apa yang tebaik bagi kehidupan mereka, hal yang ini berbeda agam sesat yang dibuat manusia.
            Islam sebagai agama terakhir berperan penting dalam meberikan kontribusi dan pedoman yang lengkap tentang kehidupan dunia dan akhirat. Di dalamnya terkandung kepercayaan, etika, politik, social. Ekonomi, pendidikan dan sopan santun, dialah agama pertama yang memerintahan penghambaan hanya kepada Allah dan kemurnian ibadah hanya kepada-Nya, kemudian mengajak kepada kemuliaan akhlak dan keutamaannya serta harga diri.kecuali didalamnya terdapat sesuatu kebaikan, kemaslahatan dan manfaat. Perintah – peritah agama yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. berbadah hanya kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya karena disinilah kekuatan keluhuran manusia.
  2. Mendirikan shalat, mengeluarkan zakat kepada orang-orang fakir, puasa di bulan Ramadhan dan haji kebaitullah, semuanya itu sebagai bukti keta’atan kepada perintah Allah
  3. Islam menyerukan kejujuran, amanah dan keikhlasan
  4. Islam menyerukan berbuat baik kepada tetangga dalam pergaulan yang ramah
  5. Islam menyerukan berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepadanya, silaturrahim dan saling mengunjungi
  6. Kasih saying kepada sesame manusia
  7. Menganjurkan perkawinan yang sesuai  dengan syari’at, kesucian dan harga diri
  8. Menepati janji dantransaksi
  9. Menganjurkan hal-hal ilmiah dan selalu belajar
  10. bekerja tanpa malas
  11. Mengajurkan  para prempuan untuk menutupi aurat dan memakai hijab
  12. Mangajak untuk menghormati yang lebih tua dan mengasihi yang lebih muda
B. Pengaruh Islam terhadap kebudayaan Indonesia
            Perkembangan peradaban Indonesia sanagat dipengaruhi oleh kehadiran islam. Posisi strategis Indonesia telah menjadikannya salah satu pusat perdagangan dikawasan Asia Tenggara. Lalu lintas perdagangan international ini  jelas memberikan kontribusi sosial –ekonomi bagi wlayah nusantara, Indonesia. Saudagar-saudagar muslim dari Arab, perisa India, Cina, dan berbagai Negara manca membawa pengaruh budaya mereka, paa gilirannya, kehadiaran mereka ikut mempenegruhi pola pikir, sikap, dan budaya ditanah air. Perkembangan ekonomi di Indonesia mengalami percepatan dengan tejalinnya kontak dagang antara saudagar manca Negara.
            Meskipun pada awal masa dakwah Islam lebih bertumpu pada usaha para saudagar para perorangan, namun ketika ketiak mereka telah berhasil masuk ke elite penguasa, dakwah isla berkembang lebih pesat. Kemajuan besar yang dicapai dakwah  Islam di Indonesia misalnyakonversi para adipati atau raja kedalam agama Islam. Karenanya, penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh para pedagang pada masa berikutnya dilanjutka oleh para penguasa dan para wali sebagai pemegang kendalipemerintahan. Hal ini turut m,emberi kontribusi yang sangat vesar ter5hadap perkabangan kebuadayaan di Indonesia.
            Kedudukan politis para ulamk sebagai penasehat kerajaan atau hakim dalam pemerintahan memberika kesempatan yang luas kepada mereka untuk menyebarkan Islam ke Daerah lain. Mereka antara lain mencetak kadr-kader da’i yang bertugas sebagai Muballigh untuk dareh-daerah yang jauh. Selain itu para Ulama’ juga giat menyusun buku dan kitab, baik dalam ilmu agama atau dalam ilmu umum. Selanjutnya karya-karya tersebut dicetak dan sebarluaskan kepada masyarakat sehingga dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan.
            Dalam bidang arsirektur pembangunan masjid ditujukan senagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan ummat. Banyak masjid yang dibangun oleh para waliyang mengembangkan gaya arsitektur yang indah dengan sentuhan etnik dan udaya setempat, misalnya, dalam bangunan Masjid Agung Demak Bintoro, Menara Kudus, Masjid Agung Kesepuhan Cirebon, Masjid Agung Banten, dan Masjid Agung Baiturrahman Aceh. Keindah arsitektur dan ornamennya merupak khazanh kebudayaan Isam yang yang harus dilestaruikan.
            Dalam bidan seni dan budaya, para wali, Ulama’, dan Muballigh berhasil membangun harmoni antar budaya atau tradisi lama dengan ajaran Islam. Kita mengenal wayang yang berdasarkan epos Hindu dan Ramayana dan Mahaberataseabagai sarana dakwah para wali dan Muballgh. Disamping seni yang memadukan duaunsur budayakiat juga mengenal masuknya senibuday islam ketanah air seperti kosidah dan rebana.
            Dalam hal pngembangan intellectual, parea Ulama’ masa awal Islam telah meritis jalan bagi terciptanya jaringan keilmuan antara Indonesia dengan manca Negara, khususnya pusat keilmuan Islam seperti Mekkah, Madinah, dan Mesir. Hal ini memberikan dorongan besarkepada Ulama’- ulama’ masa berikutnya, bahkan generasi muda Islam masa sekarang, utuk memperdalam ilmu pengtahuan ke pusat-pusat peradaban Islam dunia.
           










BAB II
                                       ISLAMISASI DI INDONESIA
A. Awal Masuknya Islam
Asal- usul Islam di Nusantara serta para pembawanya menjadi perdebatan dikalanga para sejarawan Indonesia. Setidajnya ada tiga teori mengenai asal-usul Islam di Nusantar yaitu, Persia, dan India, Arab.
Toeri pertama menyatakan bahwa ilsam berasal dari dari Persia. Teori didasrakan padakentyataan bahwa Sumatra, bagian utara (Aceh) terdapat perkampungan Persia sejak abad ke-15, marrison juga juga mengatakan adanya pengaruh Persia yang kentara dalam kosa-kata kesusasteraan melayu. Kehadiran ulama’ bernama Al-Qodhi Amir Sayyid As-Shirozy dari Persia dikerajaan Samudra Pasai turut menegaskan teory ini.
Toeri kedua menyatakan bahwa islam nusantara berasal dari India. Snouck hurgonje menytakan bahwa Islam nusantara berasal dari, India. Pendapat sama dengan pendapat pijnappell dan Moqette. Dua ahli asal belanda ini  menyatakan bahwa Nusantara berasal dari Dakka, India yang dibawa orang arab yang telah tinggal disana. Moqette menegasakn pendapatnya ini deangan penelitiannya terahadap nisan-nisandi kedua wilayah tersebut. Menurtnya ada kesamaan mencolok antara nisan dipasai bertanggal 17 Zulhijjah 831 H/27 September 1428 M. serta nisan Maulana Malik Ibrohim digresik dengan nisan di Kambay, Gujarat.
Teori ketiga di nyatakan oleh Arnold bahwa Islam bersal dari Arab, teori yang menyatakan bahwa islam berasal dari arab diperkuat oleh Crawford. Pada umumnya para ahli Indonesia sepakat bahwa islam berasal dari arab. Dalam seminar yang membahas kedatangan Islam pada tahun 1969 dan 1978 menyimpulkan bahwa Islam Nusantar berasal dari Arab. Seminar itu juga menyatakan bahwa islam masukke Indonesia pada abad ke-7 M.

B. Proses Islamisasi
            Agak sulit menetukan awal masuknya Islam di Nusantara ini secara pasti. Oleh karena itu islamisasi sebaiknya  sebaiknya dipahami sebagai suatu proses pengenalan atau sosialisasi Islam kepada masyarakat secara terus menerus dan berkelanjutan. Bila pemahaman ini diterima, maka penguraian islamisasi lebih mudah.
a.      Islamisasi Oleh Para Sufi
Para sudagar muslim berdagang sambil berdakwah. Namun, belum ada konversi penduduk secara besar-besaran ke dalam Islam. Konversi baru terjadi ketika dakwah dilakukan oleh ulama’’ sufi. Mereka  mencurahakan segala kemapuannay ujntuk berdakwah agama  Islam. Pertanyaannya, mengapa Islambisa diteroma oleh para penguasa lpkal dan para penduduknya?
         Tidak ada sumber primer yang untuk mengetahui konversi penduduknusantara beralih ke agama Islamdari kepercayaan lamanya. Karena itu, historiografi local pantas dipertimbangikan untuk sekedar mengetahui proses islamisasi tersebut. Ada  beberapa factor yang menyebabkan Islam mudah diterima oleh mereka:
a.       Persyaratan untuk masuk islam sangat mudah. Ritual ibadah didalamnya juga sangat mudah, tidak meberatkan dan relative tidak membutuhkan biaya yang besar.
b.      Islam tidak mengenal pembedaan derajat manusi berdasarkan kasta/gelar. Tidak seperti tradisi lama. Hal ini menunjukkan sifat demokrtis dan kesetaraan dalam agama Islam.
c.       Para ulama’ dan dai berdakwah menggunakan pendekatan yang persuasive dan cara yang simpatik, seperti melaui jalur kesenian, perdagangan, dan budaya. Penaklukan dengan cara militer tentu kadang kala dilakukan tapi bukan cirri dan cara yang dominan.
d.      para  Ulama’ punya kelebihan ruhaniyah melalui ajaran sufi. Mereka mampu menampilkan kepribadian yang luhur. Sehingga mereka masuk islam dengan suka rela.
e.       Ajaran Islam dipandang sesuai dengan karakteristik Indonesia.
Keberhasilan misi dakwah Islam tentu didukung oleh penerapan strategy dakwah yang jitu. Jika kita simak perkembangan syiar Islam di Indonesia, maka akan dapat dijabarkan melalui beberapa jalur sebagai berikut;
1.      Kontak perdagangan
2.      Melalui perkawinan
3.      Ajara tasawwuf atau sufi
4.      Pendidikan
5.      Seni dan Budaya
6.      Politik
b. Islamisasi Melalui Kekusaan Politik
1. Kerajan Islam Samudra Pasai
Tak pelak lagi. Pulau Sumatra merupakan daerah Nusantara yang paling awal melakukan kontak degan para saudagar muslim. Sebelum sampai di Cina, para pedagang dari Arab, Persia dan India singgah dipelabuhan-pelabuhan disepanjang pantai sumatera. Seiring melemahnya dominasi Sriwijaya pusat-pusat pelabuhan dagang bergeser kea rah utara.
Catatan Ibnu Batutah pada tahun 1345 m menyebutkan, bahwa ketika ia mengunjungi pasai, pada saat itu raja yang berkuasa bernama malik al-zahir, menurut Batutah raja ini betul-betul menampakkan citra sebagai seorag raja Islam. Dia gemar bertukar fikiran dengan para ahli fikih dan usul. Sehingga istananya ramai dikunjungi para cendikiawa dari berbagai negeri. Kerajaan pasai berdiri hingga tahun 1524 M. pada than 1521kerajaan ini ditaklukkan olewh Portugis. Setelah itu sejak tahun 1524 dan seterusnya kerajaan samudera Pasai berada dibawah kerajaan aceh yang didirikan oleh sultan ali mughaya Syah.
2. Kerajaan Islam Demak
            Tidak diketahui secara pasti waktu pendirian kerajaan Islam Demak. Yang jelas kerajaan demak diakui sebagai kerajaan islam pertama di Jaw. Secara luas diakui pula bahwa kerajaan Demak didirikan oleh Raden Fatah (1500-1518 M). mulanya, ia adalah orang bawahan majapahit yang menjabat adipati di Bintoro, Demak. Dengan bantuan daerah-daerahg lain yang yang sudah lebih dulu menganut Islam, sepertio Gresik, Tuban, dan Jepara, raden Fatah secara  terang-terangan memutuskan ikatan dengan majapahit, yang kala itu mengalami masa kemunduran. Dan mendirikan kerajaan yang terletak di kota Demak sehingga lebih dikenal dengan nama kerajaan Demak.

C. Ulama’ Yang Berkiprah di Awal Islam Nusantara
1.      Hamzah Fansury (17 M)
2.      Syamsuddin As-Sumatrani (1607-1636 M)
3.      Nuruddin Ar-Raini (16 M)
4.      Nawawi Al-Bantani (1813- 1897)
5.      Syekh Akhmad Khotib As-Sambasi (18 M)
           












BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
      Dari beberapa topic bahasan yang telah kami jabarkan, maka dapat kami simpulkan bahwa islamisasi di Indonesia melaui tahapan – tahapan sosialisasi yang dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat Nusantara. Kalau kita perhatikan perkembangan syiar Islam di Indonesia sampai dengan terbentuknya kerajaan dapat dikelompokkan menjadi tiga fase :
1.      kedatangan para saudagar muslim dari manca Negara di pilau Nusantara dalam rangka berdagang sekaligus berdakwah.
2.      dengan semakin banyaknya saudagar muslim manca Negara, maka terbentuklah komunitas muslim di Nusantara.
3.      pendekatan politis yang dilakukan oleh para ulama’ terhadap para raja dan elite politik pada akhirnya memunculkan kerajaan-kerajaan Islam di berbagai wilayah nusantara.
      Dengan datangnya para saudagar yang datang dari berbagai Negara yang berbeda budaya dan latar belakang tersebut, maka terbentuklah budaya yang dibawa oleh para saudagar – saudagar manca Negara, baik itu budaya keilmuan, sastra, seni, pendidikan dan social. Dan banyak lagi peninggalan, buah dari apa yang mereka perjuangkan.

B. Saran
      Perlu kita amati dan kita perhatikan bahwa perjalan Indonesia tidak lepas dari adanya Islam sehingga kita perlu melestarikan kebudayaannya agar hal tersebut tidak punah. Dalam rangka melestarikan khazanah keislaman maka kita sebagai generasi muslim harus bias mempertahankan kebudayaan tersebut dalam bentuk apresisasi yang sangat mendalam atas hasil peninggalan   orang islam yang telah berjuaang hanya semat-mat demi islam. Yang tentu semua itu bias dimanifestasikan dengan sikap kiat masing-masing. Kebudayaan islam yang tak ka;la pentingaadalah budaya pendidikan, budaya dakwah,  budaya nberkarya, dan buday bersosial yang baik. Sehingga dengan adanya manifestasi dari kita umat islam maka buday islam akan terjaga kelestarian juga keasliannya. Dan kami sebagai penulis dari makalah mini ini selalu mangharapkan aliran saran-saran yang kondtruktif demi terjaganya khzanahkebudayaan islam dan kelestarian nilai dan orsinilitas kebudyaan Islam. Sehingga kebudayaan ini akan terus exist sampai hari pemabalsan nanti.



DAFTAR PUSTAKA

1. Penyusun, Tim, menjelajahi peradaban  Islam, Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2006.
2. Reziq, Saeed, Mahdy Krezem, Study Islam Praktis, Jakarta: Media Dakwah, 2007.
3. Abdullah, Taufiq, sejarah umat islam di Indonesia. Jakarta: majlis ulama Indonesia,1991.
4. Aziz, abdul., gerakan islam kontemporer di indonesi, Jakarta.: pustaka firdaus1989.
5. Anam, Choirul, Pertumbuhan dan perkembanagn NU, Solo: Jatayu. 1985.


























DAFTAR ISI

DAFTAR ISI  ……………………………………………………………………………...
KATA PENGANTAR …………………………………………………………………….   1
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………   2
A. Pengertian Umum Tentang Islam  …………………………………………………       3
B. Pengaruh Islam Terhadap kebudaya di Indonesia ………………………………....       4
BAB II ISLAMISASI DI INDONESIA …………………………………………………      5
A. Awal Masuknya Islam di Indonesi  ……………………………………………….       5
B. Proses Islamisasi di Indonesia  ……………………………………………………       5
1. Islamisasi Oleh Para Sufi  ………………………………………………………..      5
2. Islamisasi melalui Kekuasaan  politik………. ………………………………….         6
   1. Kerajaan Islam Samudra Pasai …………………………………………………     6
   2. Kerajaan Islam Demak…………………………………………………………     7
      C. Ulama’ Yang Berkiprah di Awal Islam Nusatara  …………………………………       7
BAB III PENUTUP  ………………………………………………………………………   8
A.     Kesimpulan  …………………………………………………………………….....   8
B.     Saran   …………………………………………………………………………….   8
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………     9








Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng My Diary Makalah

1 comments:

nanang mengatakan...

terima kasih atas bantuannya semoga dapat membantu penyelesaian makalah saya

Poskan Komentar

Geo Footer

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More